Layanan Konsumsi Haji di Sektor 1 Madinah: Zero Komplain, Lansia Bisa Pesan Menu

www.majelistabligh.id -

Layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia di Sektor 1 Madinah berjalan lancar dan tanpa keluhan sejak dimulainya operasional pada 2 Mei 2025. Setiap hari, lebih dari 18 hotel di kawasan ini dilayani oleh delapan petugas yang dipimpin oleh Djubaidah, Koordinator Layanan Konsumsi di Hotel Dar Alhijra Intercontinental, Madinah, Arab Saudi.

“Kami melayani jemaah dengan tiga kali makan: pagi, siang, dan malam. Untuk makan pagi mulai pukul 05.00 sampai 08.00, makan siang pukul 12.00 sampai 14.00, dan makan malam pukul 17.00 sampai 19.00 waktu setempat,” ujar Djubaidah, Selasa (13/5/2025).

Proses distribusi dilakukan secara berjenjang. Makanan diserahkan kepada ketua rombongan (Karom) yang kemudian mendistribusikannya kepada ketua regu (Karu) sebelum sampai ke tangan jemaah. Metode ini terbukti efektif menjaga ketertiban dan ketepatan distribusi.

Setiap hidangan yang akan didistribusikan terlebih dahulu diuji oleh tim konsumsi.

“Kami buka makanan, uji rasa, cek kematangan nasi, kesesuaian lauk dengan menu, dan memastikan tidak basi. Jika semua standar terpenuhi, barulah kami distribusikan,” ujar Djubaidah.

Layanan Konsumsi Haji di Sektor 1 Madinah: Zero Komplain, Lansia Bisa Pesan Menu.
Jemaah haji di Madinah menikmati menu makanan.(foto:afifun nidlom/majelistabligh.id)

Untuk menjamin kualitas, pihak catering diminta datang 30 menit sebelum waktu distribusi. “Kami minta satu sampel untuk kami cicipi. Seluruh petugas ikut mencicipi makanan agar tidak ada masalah di kemudian hari,” tambahnya.

Informasi mengenai batas waktu konsumsi juga sudah dicantumkan jelas dalam kemasan makanan. Komunikasi antara tim konsumsi dan penyedia catering dilakukan intensif demi memastikan kualitas dan ketepatan waktu.

Berbeda dari tahun lalu, pelayanan menu khusus untuk lansia kini dilakukan berdasarkan permintaan.

“Dulu semua jemaah lansia otomatis dapat menu lunak seperti bubur. Tahun ini, hanya lansia yang meminta menu khusus yang kami akomodasi,” ungkap Djubaidah.

Ketua plotter diinstruksikan untuk menyampaikan permintaan menu khusus lansia kepada tim konsumsi agar diteruskan ke pihak catering. “Alhamdulillah, respons dari penyedia makanan cepat dan jemaah sangat terbantu,” ucapnya. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search