Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperingati Milad ke-44 dengan menggelar kegiatan Family Day yang sarat nilai sosial.
Kegiatan yang berlangsung pada Ahad (18/5/2025) di Kampus UMY, Jl. Brawijaya, Geblagan, Tamantirto, Bantul, ini diwarnai dengan pembagian ratusan paket sembako, beasiswa biaya hidup (living cost), layanan cek kesehatan gratis, hingga pasar sedekah yang terbuka untuk umum.
Kegiatan sosial ini digagas oleh Lazismu UMY sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap mahasiswa dan masyarakat sekitar. Program ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan milad, tetapi juga mencerminkan komitmen UMY dalam menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.
“Milad UMY bukan sekadar perayaan seremonial. Melalui kegiatan ini, kami ingin menebar nilai-nilai berbagi, empati, dan pemberdayaan,” ujar Rozikan, S.E, M.Si, Manajer Eksekutif Lazismu UMY.
Salah satu program unggulan dalam kegiatan ini adalah Beasiswa Living Cost, yang diberikan kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi. Dana beasiswa ini berasal dari zakat fitrah yang dikumpulkan dan dikelola oleh Lazismu.
“Dana zakat fitrah yang kami himpun selama Ramadan kami alokasikan untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan. Beasiswa ini tidak hanya dalam bentuk uang tunai, tetapi juga berupa bahan makanan pokok yang bisa langsung dimanfaatkan,” jelas Rozikan.
Selain itu, program Pasar Sedekah juga menarik perhatian pengunjung. Program ini memungkinkan siapa pun mengambil kebutuhan pokok secara gratis, dengan sistem terbuka.
Mereka yang memiliki kelebihan dapat berdonasi, sementara yang membutuhkan dapat mengambil sesuai keperluan.
“Kami menerapkan prinsip infaq seikhlasnya. Yang ingin memberi silakan, yang butuh juga dipersilakan mengambil. Bahkan ada pengunjung yang membawa pulang sayur-mayur tanpa rasa sungkan, karena memang itu tujuannya: berbagi,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan layanan kesehatan gratis, hasil kolaborasi antara LazisMu UMY dan tenaga medis dari berbagai fakultas.
Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan umum bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY, scaling gigi oleh tim Dental Rescue (Denres) UMY, serta pemeriksaan kesehatan mata yang didukung oleh RS AMC Yogyakarta.
Tak hanya berhenti di aspek kesehatan dan bantuan pangan, Family Day juga memberi ruang kepada pelaku UMKM lokal untuk memamerkan produk mereka. Dari makanan ringan hingga kerajinan tangan, semua disambut antusias oleh pengunjung.
“Kami ingin perayaan ini memberi dampak ekonomi. Karena itu, UMKM kami libatkan agar mereka mendapat ruang promosi dan transaksi,” kata Rozikan.
Salah satu penerima manfaat, Andi, mahasiswa semester 6 UMY, mengaku terbantu dengan program ini.
“Saya sangat bersyukur. Bantuan beasiswa living cost ini membuat saya bisa bertahan di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sedang sulit. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ucapnya.
Kegiatan Family Day dalam rangka Milad ke-44 UMY ini menjadi cerminan nyata bahwa kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menebar manfaat dan keberkahan. LazisMu UMY pun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program kemanusiaan dan pemberdayaan secara berkelanjutan.
“Spirit berbagi tidak boleh berhenti di hari ini. Kami ingin menjadikan kegiatan seperti ini sebagai bagian dari budaya kampus yang berkemajuan,” tutup Rozikan. (*/wh)
