Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah bersama BAZNAS RI, menggelar Program Kemitraan Dakwah untuk Mualaf. Program ini untuk menguatkan pendampingan mualaf melalui kegiatan pembinaan rutin yang dilaksanakan di wilayah Kulon Progo.
Pembinaan mualaf tersebut dilaksanakan secara rutin sepekan sekali, yang dimulai pekan pertama Januari 2026. Program ini menjadi bagian dari strategi dakwah berkelanjutan Muhammadiyah dalam memastikan para mualaf mendapatkan pendampingan akidah, ibadah, dan penguatan spiritual secara konsisten.
Kegiatan pembinaan berlangsung di wilayah Kulon Progo, dan dikoordinasikan oleh LDK Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulon Progo sebagai pelaksana di tingkat daerah. Peserta kegiatan merupakan para mualaf dari berbagai latar belakang yang mengikuti pembinaan dengan suasana khidmat dan interaktif.
Pembinaan diisi langsung oleh Subandi, Ketua LDK PDM Kulon Progo, yang menyampaikan materi dasar keislaman serta pendampingan psikososial bagi para mualaf. Ia menegaskan bahwa pembinaan rutin menjadi kunci agar mualaf tidak merasa berjalan sendiri dalam proses hijrah dan penguatan iman.
Ketua Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menegaskan bahwa pembinaan mualaf merupakan bagian penting dari dakwah berkemajuan Muhammadiyah.
“Mualaf tidak cukup hanya dibimbing saat bersyahadat, tetapi harus didampingi secara berkelanjutan. Program pembinaan rutin ini adalah ikhtiar Muhammadiyah bersama BAZNAS RI, untuk memastikan mualaf tumbuh kuat secara iman, ibadah, dan kepercayaan diri dalam kehidupan sosial,” ujar Muchamad Arifin.
Menurutnya, sinergi antara LDK PP Muhammadiyah, LDK daerah, dan BAZNAS RI merupakan contoh konkret dakwah kolaboratif yang berorientasi pada keberlanjutan dan keberpihakan kepada kelompok rentan.
Melalui dukungan Program Kemitraan Dakwah untuk Mualaf dari BAZNAS RI, pembinaan ini diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten dan memberikan dampak nyata dalam penguatan keislaman serta kemandirian spiritual para mualaf di Kulon Progo. (*/tim)
