Lebih Banyak Syukur, Lebih Sedikit Mengeluh!

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Bersyukur adalah sifat yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Sebab, rasa syukur memiliki peran penting dalam menentukan kebahagiaan hidup seseorang.

Mereka yang mampu bersyukur akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan, sementara mereka yang kurang bersyukur cenderung merasa gelisah dan tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya.

Namun, kenyataannya banyak manusia yang lalai dalam bersyukur. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah benar-benar memiliki karunia (yang dilimpahkan) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur.”(QS. Yunus: 60)

Banyak dari kita yang tanpa sadar mengeluhkan apa yang telah Allah berikan. Sebagai contoh, saat kita makan sehari-hari dengan lauk tempe atau tahu, sering kali terucap keluhan seperti “tempe lagi, tempe lagi”. Padahal, di luar sana ada banyak orang yang bahkan tidak mampu makan dengan layak.

Ketika kita sering mengeluh dan tidak menghargai nikmat yang telah diberikan, kita justru mengundang keburukan dalam hidup. Apa yang kita ucapkan adalah bagian dari doa, dan jika Allah mengabulkan keluhan kita, kita bisa kehilangan nikmat yang sebelumnya kita miliki.

Oleh karena itu, berapa pun rezeki yang kita terima, banyak atau sedikit, wajib kita syukuri. Sebab, bersyukur akan mendatangkan kebaikan bagi kita, baik di dunia maupun di akhirat.

Allah SWT berfirman:

“Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barang siapa tidak bersyukur (kufur atau ingkar nikmat), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.”(QS. Luqman: 12)

“Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”(QS. Ali Imran: 145)

Sering kali kita merasa kurang bersyukur karena membandingkan diri dengan orang lain yang lebih sukses atau lebih kaya. Rasulullah SAW telah memberikan nasihat yang sangat bijak dalam hal ini:

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu. Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.”(HR. Muslim 2963)

Dalam riwayat lain, beliau juga bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan rupa, maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahnya.”(HR. Bukhari 6490)

Ibnu Hajar Rahimahullah dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa membandingkan diri dengan orang yang lebih tinggi dalam hal duniawi akan membuat kita mudah iri dan tidak bersyukur. Sebaliknya, jika kita melihat mereka yang kurang beruntung, hati kita akan lebih mudah bersyukur kepada Allah.

Keutamaan Bersyukur dalam Islam

Bersyukur tidak hanya mendatangkan kebahagiaan, tetapi juga melindungi kita dari azab Allah. Allah SWT berfirman:

“Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.”(QS. An-Nisa’: 147)

Allah SWT juga menjanjikan pahala bagi hamba-Nya yang bersyukur. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Allah jadikan dia faham dalam urusan agamanya.”

Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang selalu bersyukur atas setiap nikmat yang Allah berikan. Aamiin.

Kebenaran datang dari Allah SWT, dan kesalahan adalah perbuatan manusia. Jika ada kekurangan dalam tulisan ini, mohon dimaafkan. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search