Puncak pelaksanaan ibadah haji 1446 H semakin dekat. Wukuf di Arafah, yang dijadwalkan pada 5 Juni 2025 (9 Dzulhijjah), tinggal menghitung hari. Salah satu titik paling krusial yang kini menjadi fokus utama adalah lantai 3 Jamarat Mina, lokasi pelontaran jumrah Aqabah yang akan dipadati ribuan jemaah haji pada malam 10 Dzulhijjah.
Kesiapan personel dan jalur pergerakan jemaah terus dimatangkan. Kolonel Laut Harun Arrasyid, Kepala Satuan Operasional Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna), memimpin langsung orientasi lapangan di area tersebut, Rabu dini hari (28/5/2025).
“Gelombang jemaah pada malam lempar jumrah pertama sangat besar. Kami antisipasi dengan memetakan jalur, pos siaga, hingga titik-titik rawan,” ujar Harun.
Lantai 3 menjadi titik yang diwaspadai karena padatnya sirkulasi jemaah, terutama saat malam lempar jumrah pertama. Untuk itu, 60 personel PPIH dikerahkan dan dibagi ke dalam lima pos utama, dengan penjagaan intensif dari malam hingga dini hari.
Tim pelayanan lansia dan disabilitas juga diperbantukan, guna memperkuat layanan bagi jemaah berkebutuhan khusus.
“Kami siapkan sistem evakuasi estafet antarpos. Jika ada jemaah kelelahan, bisa langsung dibantu tanpa harus memutar,” ungkap Harun.
Dalam orientasi itu, Harun memandu para petugas berjalan kaki dari area tenda jemaah, menelusuri terowongan Mina, hingga tiba di depan area Jamarat. Ia menunjukkan lokasi-lokasi penting seperti pos pantau, sektor ad hoc, dan penempatan Mobile Crisis Rescue (MCR).
“Terowongan Mina bersifat satu arah. Kami siapkan strategi khusus agar penanganan darurat tetap efisien, termasuk untuk jemaah yang mendadak sakit,” jelasnya.
Tak hanya kesiapan fisik, PPIH juga menekankan pentingnya sosialisasi teknis bagi ketua kloter dan petugas lapangan, guna memastikan jemaah memahami rute dan skema pergerakan.
“Jamaah harus paham teknis pergerakannya, agar tidak bingung saat menghadapi arus besar,” tegas Harun.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PPIH dalam menghadirkan layanan yang aman, tertib, dan nyaman untuk jemaah haji Indonesia selama menjalani prosesi puncak ibadah haji 2025 di Mina. (afifun nidlom)
