Dalam rangka kunjungan resmi Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, ke Universiti Malaysia Kelantan (UMK), sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) memanfaatkan momentum tersebut untuk menjalin kemitraan akademik strategis lintas negara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan jejaring internasional antara institusi pendidikan tinggi di lingkungan Muhammadiyah dan universitas di kawasan Asia Tenggara.
Kerja sama tersebut secara resmi dituangkan dalam bentuk penandatanganan Letter of Agreement (LoA) antara Universiti Malaysia Kelantan dan lima perguruan tinggi Muhammadiyah, yaitu Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), dan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).
Acara penandatanganan dilakukan pada hari Senin, 5 April, bertempat di ruang pertemuan utama Rektorat Universiti Malaysia Kelantan.
Dalam sambutannya sebelum penandatanganan, Haedar Nashir menekankan pentingnya kerja sama internasional yang tidak hanya bersifat formalitas, tetapi juga harus berlanjut pada program-program konkret dan terfokus di masa mendatang.
“Penandatanganan ini adalah langkah awal yang penting. Ke depan, perlu ada upaya untuk membuat program-program kerja sama yang lebih spesifik dan memberikan manfaat nyata, baik bagi mahasiswa maupun institusi masing-masing,” ujar Haedar.
Sementara itu, Naib Canselor Universiti Malaysia Kelantan, YBrs. Prof. Ts. Dr. Arham bin Abdullah menyambut hangat inisiatif tersebut dan menyatakan harapannya agar kolaborasi ini menjadi fondasi kokoh untuk mempererat hubungan antara UMK dan Muhammadiyah, yang dikenal sebagai gerakan Islam modernis dengan jaringan pendidikan yang sangat luas di Indonesia.
“Kami ingin memperkuat dan memperkokoh jalinan kerja sama serta kolaborasi akademik dengan Muhammadiyah, yang merupakan organisasi besar dan berpengaruh dalam dunia pendidikan,” tutur Arham.
Dia juga menegaskan bahwa UMK membuka pintu untuk memperluas kerja sama tidak hanya dengan lima perguruan tinggi Muhammadiyah yang telah menandatangani LoA, tetapi juga dengan lebih banyak lagi kampus Muhammadiyah di bawah koordinasi Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah.
Dalam kesempatan tersebut, masing-masing institusi PTMA diwakili oleh para pemimpinnya. Rektor Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Warsiti, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Mundakir, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jebul Suroso, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Riau, Sa’idul Amin, hadir langsung dan membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen terhadap kerja sama ini.
Sedangkan Universitas Muhammadiyah Cirebon diwakili oleh Ketua PP Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan pertukaran pelajar, penelitian bersama, kolaborasi dosen, dan berbagai kegiatan akademik lainnya dapat segera dirancang dan dilaksanakan.
Inisiatif ini menandai babak baru dalam penguatan peran global kampus-kampus Muhammadiyah sebagai institusi pendidikan yang terbuka terhadap kolaborasi internasional dan berkomitmen dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang bersifat lintas budaya dan lintas negara. (*/wh)
