LPO Muhammadiyah Dorong Pelatih Muda Kuasai Teknik Control and Receiving dalam Futsal

LPO Muhammadiyah Dorong Pelatih Muda Kuasai Teknik Control and Receiving dalam Futsal
www.majelistabligh.id -

Program Pelatihan Pelatih Futsal Tingkat Nasional yang digagas oleh Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, bekerja sama dengan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) dan Asprov PSSI Daerah Istimewa Yogyakarta, terus menunjukkan perkembangan signifikan dalam peningkatan kualitas calon pelatih futsal.

Tidak sekadar memahami teori, para peserta juga mulai mampu merancang sesi latihan yang aplikatif dan sesuai kebutuhan pemain di berbagai kelompok usia.

Hal tersebut tercermin dalam sesi presentasi yang berlangsung pada Kamis (3/7/2025). Dalam kesempatan itu, Kelompok 1 mempresentasikan materi bertema “Control and Receiving”, sebuah topik penting dalam teknik dasar futsal.

Melalui presentasi ini, mereka menunjukkan bahwa teori dasar seperti mengontrol dan menerima bola dapat dikembangkan menjadi bentuk latihan terstruktur dan kontekstual.

Kelompok ini menyusun skema latihan selama 90 menit yang diperuntukkan bagi pemain usia 11 hingga 13 tahun, dengan jumlah peserta latihan sebanyak 14 orang.

Mereka membagi pemain dalam beberapa formasi latihan yang disesuaikan dengan tahapan kemampuan.

Dalam penjelasannya, kelompok ini menekankan enam poin utama dalam pelatihan (Major Coaching Points) yaitu:

  • Awareness (kesadaran posisi dan pergerakan di lapangan),
  • Ball Line and Open Body (orientasi tubuh saat menerima bola),
  • First Touch (kemampuan mengontrol bola dengan sentuhan pertama),
  • Head Up (kebiasaan melihat permainan sebelum menerima bola),
  • Focus (konsentrasi dalam setiap aksi),
  • Enjoy (latihan dilakukan dengan semangat dan kegembiraan).

Mereka juga mencantumkan daftar perlengkapan penting untuk menunjang pelatihan seperti bola futsal, rompi, dan cone. Kejelasan ini menunjukkan bahwa peserta tidak hanya memahami isi materi, tetapi juga memperhatikan aspek teknis dan praktis dalam pelatihan.

Materi latihan dibagi dalam dua tahap utama, yakni:

1. Basic Training

Latihan awal dilakukan dalam bentuk operan bola antar dua barisan pemain dengan jarak pendek. Fokus latihan ini adalah pada first touch dan rotasi posisi pemain. Latihan ini membentuk dasar teknik kontrol bola serta melatih kerja sama sederhana antar pemain.

2. Advance Training

Tahapan lanjutan dirancang dengan skema latihan yang lebih kompleks dan dibagi menjadi tiga bagian:

Skema 1: Pemain bergerak melingkar di area tengah lapangan sambil mengombinasikan umpan satu-dua dan pergantian posisi cepat.

Skema 2: Melatih pola umpan diagonal dari sisi lapangan ke tengah, kemudian diteruskan ke posisi penyerang. Latihan ini menekankan pada akurasi umpan dan kecepatan perpindahan bola.

Skema 3: Simulasi skenario serangan yang berfokus pada konsep third man run, yaitu pemain ketiga yang muncul dari belakang dan memanfaatkan ruang untuk menerima umpan terobosan.

“Dengan presentasi ini, peserta berhasil menunjukkan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pelatihan usia dini dan mampu mengintegrasikan unsur taktik, teknik, dan metode pengajaran dalam sesi latihan,” ujar Muhammad Afif Jerusalem, ketua panitia pelatihan, dalam rulis LPO PP Muhammadiyah, pada Jumat (4/7/2025)

“Materi yang mereka sampaikan bukan hanya menjelaskan teori, tetapi juga menghadirkan solusi aplikatif yang siap diterapkan langsung di lapangan,” imbuh dia.

Lebih dari sekadar sesi presentasi, kegiatan ini mencerminkan tujuan utama LPO Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam menyelenggarakan pelatihan: tidak hanya sebagai wahana transfer pengetahuan kepelatihan, tetapi juga sebagai proses pengembangan kompetensi dan karakter pelatih secara menyeluruh.

LPO Muhammadiyah menempatkan pelatih bukan hanya sebagai pengajar teknik, melainkan sebagai pembina generasi muda yang memiliki visi, kesabaran, dan strategi dalam pengembangan potensi pemain.

Program ini diikuti oleh 60 kader Muhammadiyah dari berbagai daerah, yang semuanya memiliki semangat tinggi dalam meningkatkan kapasitas sebagai pelatih futsal profesional.

Dukungan dari AFP dan Asprov PSSI DIY semakin memperkuat posisi Muhammadiyah sebagai organisasi yang tidak hanya fokus pada bidang dakwah dan pendidikan, tetapi juga aktif mendorong kemajuan olahraga secara nasional.

Menurut Afif, presentasi dari Kelompok 1 menjadi bukti nyata bahwa pelatihan ini telah membuahkan hasil: para peserta mulai tampil sebagai pelatih yang visioner, sistematis, dan peduli pada perkembangan atlet usia dini.

“Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan menjadi pionir dalam pengembangan futsal berbasis pendidikan karakter, teknik, dan strategi modern,” tutup dia. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Search