*)Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
Tadi malam waktu Gaza, penjajah terlaknat kembali mengebom Sekolah Abu Hameesa di Kamp Al-Buraij, Jalur Gaza bagian tengah, yang menampung para pengungsi, setelah mereka mengebom sekolah tersebut di hari yang sama pada siang hari.
Sejumlah warga mengalami luka-luka dan sejumlah lainnya syahid dalam pembantaian yang dilakukan oleh penjajah di sekolah tersebut untuk kedua kalinya di hari yang sama.
Seperti hari-hari yang lain, sebagian besar korban luka-luka dan syahid akibat penyerangan dan pengeboman brutal yang dilakukan oleh penjajah terlaknat adalah anak-anak yang tak berdaya.
Tak terbayangkan bagaimana hancur dan sakitnya hati para orang tua di Gaza yang harus mengucapkan selamat tinggal kepada anak-anak mereka.
Di mana selama ini mereka dan anak-anak mereka berulang-ulang diusir oleh penjajah ke sana kemari. Mereka terpaksa tidur bersamaan di dalam ruangan yang sempit atau di jalan-jalan, di dalam tenda-tenda alakadarnya dan tipis yang tak mampu menahan dinginnya malam.
Kemudian mereka juga harus melihat tubuh anak-anak mereka yang semakin hari semakin kurus dan kering, lemah tak berdaya karena mereka semua dibuat kelaparan oleh penjajah.
Sekarang mereka juga harus melihat tubuh anak-anak mereka yang telah lama menderita itu kini dipenuhi dengan luka-luka mengangga dan terbaring tak bernyawa karena dibom oleh penjajah terlaknat.
Dengan semua penderitaan bertubi-tubi yang selama ini mereka alami karena kebiadaban dan kezaliman kaum penjajah terlaknat itu, mereka pun harus menerima kenyataan bahwa kini mereka telah kembali diabaikan oleh sebagian besar dari kita, yaitu orang-orang yang mengaku bersaudara dengan orang-orang Palestina karena sesama iman.
Hasbunallah wani’mal wakiil
Laahaula walaa quwwata illa billaah. (*)
