Lutfy Azizah, Perintis Ojol Syariah Zendo: Dari Guru TK Bergaji Rp150 Ribu Hingga Diakuisisi Muhammadiyah

www.majelistabligh.id -

Kisah inspiratif datang dari Tulungagung, Jawa Timur, di mana sosok Lutfy Azizah berhasil membuktikan bahwa semangat, ketekunan, dan keikhlasan bisa mengantarkan seseorang menuju kesuksesan. Perempuan yang akrab disapa Mbak Lutfi ini dikenal luas sebagai pendiri Zendo, layanan ojek online berbasis syariah yang telah resmi diakuisisi oleh organisasi besar Muhammadiyah.

Sebelum sukses seperti sekarang, seperti ditulis di Status Facebook :The Maya Family, Lutfy menjalani kehidupan yang jauh dari kata mudah. Ia pernah bekerja sebagai guru taman kanak-kanak dengan gaji hanya Rp150 ribu per bulan. Kehidupannya makin berat ketika ia harus menjadi orang tua tunggal setelah perceraiannya pada tahun 2013.

Dalam keterbatasan itu, ia tidak menyerah. Berbagai usaha kecil-kecilan ia coba jalani, namun selalu berujung kegagalan. Meski begitu, ia tak kehilangan harapan. Keinginan untuk mandiri dan membangun masa depan bagi anak semata wayangnya menjadi pemantik semangat untuk terus mencoba.

Titik Balik: Sedekah yang Membuka Pintu Keberkahan

Pada tahun 2014, Lutfy memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya di sektor swasta. Ia mulai memikirkan ide membangun bisnis jangka panjang. Dalam satu kesempatan, ia berbincang dengan dosennya dan mengungkapkan keinginan untuk didoakan saat sang dosen berangkat haji. Namun, sang dosen justru menyarankan agar Lutfy menyisihkan uang untuk disedekahkan di Tanah Suci, bukan sekadar minta didoakan.

Dari sanalah titik balik kehidupan Lutfy dimulai. Dengan niat yang kuat dan keyakinan yang teguh, ia mengikuti saran tersebut, dan tak lama kemudian muncul ide untuk membangun layanan ojek online di Tulungagung, sebuah wilayah yang saat itu belum tersentuh layanan serupa.

Pada 30 September 2014, Zendo resmi berdiri. Nama “Zendo” sendiri merupakan akronim dari Zein Delivery Order, diambil dari nama anak semata wayangnya, Zein. Ia berharap, bisnis ini menjadi warisan abadi sebagaimana anak adalah amanah yang kekal dalam hidupnya.

Zendo awalnya hanya melayani pengantaran makanan, dengan biaya antar hanya Rp3.000. Promosi dilakukan secara manual dari mulut ke mulut dan menyebarkan selebaran di berbagai titik. Order pertamanya baru datang lima hari setelah pembukaan.

Namun seiring waktu, layanan Zendo berkembang. Tidak hanya delivery order, Zendo mulai merambah ke jasa kebersihan (cleaning service), serta perbaikan sarana dan prasarana. Berkat kualitas layanan dan pendekatan syariah yang dijunjung tinggi, Zendo mampu melayani hingga 300 trip per bulan.

Menarik Perhatian Muhammadiyah

Kesuksesan Zendo tak luput dari perhatian Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Sebagai anggota aktif Serikat Usaha Muhammadiyah, Lutfy mempresentasikan potensi Zendo di hadapan para pengurus, dan akhirnya Zendo resmi diakuisisi Muhammadiyah.

Akuisisi ini menjadi titik pencapaian besar yang menunjukkan bahwa usaha berbasis nilai-nilai keislaman bisa bersaing secara sehat dan profesional. Zendo bahkan telah memperluas layanannya ke daerah lain seperti Tangerang,  Malang, Sidoarjo, Yogyakarta, Pekanbaru, dan Banjarmasin dan ke depannya berpotensi berkembang lebih luas lagi.

Kini, Lutfy Azizah dikenal sebagai pelopor perempuan dalam bisnis ojek online berbasis syariah di Indonesia. Kisah hidupnya menjadi inspirasi banyak orang, khususnya para perempuan yang ingin mandiri secara ekonomi tanpa meninggalkan prinsip hidup yang mereka yakini.

Dalam setiap kisah sukses, selalu ada bab penuh perjuangan. Lutfy Azizah telah membuktikan bahwa dengan niat tulus, semangat pantang menyerah, dan keberanian untuk berbagi, tak ada yang mustahil untuk diraih.

“Awalnya hanya ingin bisnis kecil untuk bertahan hidup. Tapi jika Allah berkehendak, bisa jadi jalan itu membawa kita pada keberkahan yang luar biasa,” – Lutfy Azizah. (m roissudin)

 

Tinggalkan Balasan

Search