Mahasiswa KKN UM Surabaya Kelompok 13  di Desa Windurejo, Fokus pada Sosial dan Kesehatan Warga

www.majelistabligh.id -

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) yang tergabung dalam Kelompok 13 Kuliah Kerja Nyata (KKN) resmi memulai rangkaian program pengabdian masyarakat di Desa Windurejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada akhir Juli 2025. Kehadiran mahasiswa ini disambut hangat oleh warga dan perangkat desa, menandai dimulainya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat setempat.

Memasuki hari ketiga pelaksanaan KKN, para mahasiswa langsung terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial di lingkungan desa. Salah satu agenda utama adalah membantu distribusi paket sembako kepada warga kurang mampu. Pembagian sembako berlangsung secara tertib di balai desa serta sejumlah titik RT/RW, dengan sistem antrean yang terorganisir guna menjaga ketertiban dan kenyamanan penerima bantuan.

Tidak hanya fokus pada kegiatan sosial, mahasiswa juga turut serta dalam mendampingi pelaksanaan imunisasi balita di Posyandu. Bekerja sama dengan Sekretaris Desa Windurejo dan kader kesehatan setempat, mereka membantu proses registrasi, pengukuran berat badan balita, pencatatan data kesehatan, hingga pengaturan antrian agar layanan imunisasi berjalan dengan efisien dan tertib.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata yang berdampak langsung bagi warga, khususnya dalam sektor sosial dan kesehatan.

“Pada hari pertama ini, kami langsung turun ke masyarakat. Harapannya, kegiatan yang kami jalankan bisa membangun kedekatan dan memberikan kontribusi nyata bagi warga,” ujar Ketua Kelompok KKN UM Surabaya Kelompok 13.

Desa Windurejo sendiri dikenal memiliki potensi lokal yang cukup menjanjikan, mulai dari sektor pertanian, hingga keberadaan UMKM berbasis rumahan yang turut mendorong roda ekonomi masyarakat. Selain itu, budaya gotong royong dan solidaritas sosial masih sangat kuat terasa dalam kehidupan sehari-hari warga, yang menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun desa.

Pihak perangkat desa menyampaikan apresiasi dan dukungan atas kehadiran mahasiswa KKN yang dinilai mampu menambah semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Mereka juga berharap kegiatan yang dilakukan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berkelanjutan dan berdampak positif.

“Kami senang dengan keterlibatan adik-adik mahasiswa. Semoga ke depannya, sinergi ini terus berlanjut dalam berbagai program pembangunan desa,” ungkap salah satu perangkat desa.

Dengan semangat kolaboratif dan kepedulian sosial, Kelompok 13 KKN UM Surabaya berkomitmen menjalankan berbagai program selama satu bulan ke depan. Sejumlah kegiatan telah dipersiapkan, seperti edukasi kesehatan, pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga, hingga pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelatihan digitalisasi UMKM.

Langkah awal ini menandai dimulainya perjalanan mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan dan tantangan sosial di tingkat desa.(regal galih sabalah)

Tinggalkan Balasan

Search