Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhammadiyah Surabaya mengadakan kegiatan penyuluhan bertema “Pentingnya Menunda Pernikahan Dini Demi Masa Depan Gemilang”, sebagai bagian dari kontribusi edukatif mereka di tengah masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (4/8/2025), bertempat di Aula SMPN 2 Mojowarno, Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.
Penyuluhan tersebut dihadiri oleh seluruh siswa kelas 9, dengan total peserta mencapai 210 orang dari enam kelas yang ada. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman komprehensif mengenai risiko dan dampak negatif dari pernikahan dini, terutama bagi remaja yang masih berada dalam usia sekolah.
Sebagai narasumber utama, hadir Salsabela Nur Suci Parwati, mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya yang juga merupakan peserta KKN. Dalam penyampaiannya, Bella—sapaan akrabnya—menguraikan secara mendalam dampak pernikahan dini dari berbagai aspek, mulai dari psikologis, pendidikan, hingga sosial.

Ia menekankan bahwa pernikahan pada usia remaja dapat menyebabkan berbagai konsekuensi serius, seperti terhentinya pendidikan, ketidakstabilan emosi, hingga tekanan mental yang berisiko tinggi di usia muda.
“Remaja perlu menyadari bahwa masa depan dapat diraih melalui pendidikan dan perencanaan yang matang, bukan melalui keputusan terburu-buru seperti menikah di usia sekolah,” ujar Salsabela Nur Suci Parwati.
Kegiatan penyuluhan berlangsung secara interaktif dan dinamis. Para siswa tampak sangat antusias mengikuti jalannya acara. Sesi tanya jawab menjadi salah satu momen paling menarik, di mana siswa aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pandangan, serta mendiskusikan pengalaman yang relevan dengan topik yang diangkat. Hal ini menunjukkan bahwa isu pernikahan dini merupakan permasalahan nyata yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Sebagai bentuk tindak lanjut dari penyuluhan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya bersama pihak sekolah telah merancang kegiatan lanjutan berupa Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini akan melibatkan siswa dalam kelompok kecil untuk menggali lebih dalam pemahaman mereka tentang pernikahan dini serta membuka ruang dialog terbuka antara siswa, guru, dan mahasiswa KKN. Diharapkan FGD ini dapat menjadi forum reflektif sekaligus edukatif yang mendorong remaja untuk mengambil keputusan yang lebih bijaksana di masa depan.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kontribusi mahasiswa KKN. Kegiatan ini dinilai sangat penting dan bermanfaat dalam membentuk pola pikir kritis di kalangan pelajar.
Dengan penyuluhan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya tidak hanya menjalankan program akademik, tetapi juga mengambil peran nyata dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran generasi muda untuk menunda pernikahan demi masa depan yang lebih cerah dan terencana. (neni afif sujatyana)
