Mahasiswa Muhammadiyah di Mesir Rayakan Iduladha di Tengah Ujian Akhir

www.majelistabligh.id -

Perayaan Iduladha tahun ini membawa nuansa yang hangat dan penuh makna bagi para kader Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir, meskipun berlangsung di tengah masa-masa ujian akademik mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo.

Momentum ini tak mengurangi semangat persaudaraan dan kebersamaan warga Muhammadiyah yang tengah menuntut ilmu di negeri para nabi tersebut.

Di tengah padatnya aktivitas, para kader PCIM Mesir tetap kompak dalam merayakan hari raya dengan menyembelih 13 ekor domba sebagai wujud ibadah kurban, simbol ketaatan kepada Allah sekaligus bentuk kepedulian sosial kepada sesama.

Ketua PCIM Mesir Fathi Fathurrahman Saputra, yang juga mahasiswa pascasarjana di Universitas Al-Azhar, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan yang cukup mencolok dalam cara masyarakat Mesir merayakan Iduladha dibandingkan dengan masyarakat Indonesia.

Bila di Indonesia gegap gempita perayaan lebih terasa saat Idulfitri, di Mesir – sebagaimana di banyak negara kawasan Timur Tengah lainnya – justru Iduladha diposisikan sebagai ‘Idul Kabir’ atau Hari Raya Besar. Di sinilah puncak kegembiraan masyarakat, ditandai dengan tradisi mudik dan libur panjang yang berlangsung selama beberapa hari setelah 10 Dzulhijjah.

“Banyak mahasiswa Al-Azhar yang berasal dari luar Kairo memanfaatkan momen Iduladha untuk pulang ke kampung halaman. Jadi suasananya benar-benar seperti lebaran besar,” tutur Fathi saat dihubungi pada Senin (9/6/2025).

Tak hanya perbedaan dalam hal momentum perayaan, cara pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Mesir juga menunjukkan kekhasan tersendiri.

Fathi menuturkan bahwa penyembelihan di Mesir umumnya dilakukan secara terbuka, bahkan di pinggir-pinggir jalan. Hal ini tentu berbeda dengan praktik di Indonesia, yang biasanya dilakukan di lokasi yang lebih tertutup dan terorganisir.

“Uniknya, di Mesir hewan kurban bisa disembelih di depan rumah atau di pinggir jalan. Bahkan darahnya kadang terlihat mengalir ke jalanan, sesuatu yang mungkin tidak lazim jika terjadi di Indonesia,” jelas Fathi sambil tertawa kecil menggambarkan suasana yang penuh warna.

Selain menjalankan ibadah kurban, PCIM Mesir juga memanfaatkan momen Iduladha untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga melalui kegiatan Open House. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk saling menyapa dan berbagi cerita, tetapi juga sebagai ajang pelaporan perkembangan organisasi kepada para kader dan simpatisan.

Pada kesempatan tersebut, Fathi menyampaikan bahwa tahun 2025 ini merupakan tahun ke-23 berdirinya PCIM Mesir.

Sebagai bagian dari penguatan peran sosial, PCIM Mesir mencanangkan program wakaf mobil. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk distribusi bantuan untuk warga Palestina yang saat ini berada di wilayah Mesir.

“Kami ingin keberadaan PCIM di Mesir benar-benar memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi komunitas Indonesia di sini, tetapi juga bagi masyarakat luas. Mobil wakaf ini salah satunya akan digunakan untuk mengangkut logistik bantuan yang dikirimkan ke saudara-saudara kita dari Palestina,” imbuh Fathi penuh semangat.

Perayaan Iduladha di negeri perantauan seperti Mesir menjadi pengingat bahwa ibadah kurban bukan hanya ritual, tetapi juga cermin dari nilai-nilai luhur Islam: kepedulian sosial, pengorbanan, dan persaudaraan yang melampaui batas-batas geografis.

Semangat itu pula yang terus dijaga oleh PCIM Mesir dalam setiap langkahnya sebagai bagian dari gerakan dakwah global Muhammadiyah. (adel)

 

Tinggalkan Balasan

Search