Dosen dan mahasiswa Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), berhasil melahirkan inovasi ramah lingkungan berupa masker wajah alami yang diberi nama Bio-Galvera.
Produk itu terbuat dari bahan-bahan sederhana yang kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga, yakni cangkang telur dan lidah buaya.
Inovasi ini dipelopori oleh Dr. apt. Isnaeni, MS, bersama apt. Annisa Kartika Sari, S.Farm., M.Farm, serta dua mahasiswa farmasi, Siti Rohmatul Laila dan Elok Siti Nurjannah.
Penelitian mereka juga berhasil mendapatkan pendanaan sebesar Rp10 juta dari program Riset Muhammadiyah, sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi produk kesehatan berbasis bahan alami.
“Kami ingin menghadirkan produk perawatan kulit yang tidak hanya aman dan bermanfaat, tetapi juga memanfaatkan bahan alami yang sering dibuang begitu saja,” jelas Isnaeni, pada Rabu (30/7/2025).
Pemilihan bahan masker ini bukan tanpa alasan. Cangkang telur mengandung berbagai mineral penting dan kolagen alami yang mampu membantu peremajaan kulit, memperkuat jaringan, serta memberikan efek kencang.
Sementara itu, lidah buaya dikenal luas sebagai bahan perawatan kulit yang kaya antioksidan, berfungsi sebagai pelembap alami, anti-iritasi, dan antiinflamasi.
Tidak berhenti di situ, Bio-Galvera juga diperkaya dengan probiotik, tepung beras, polyvinyl alcohol, dan gliserin, yang secara sinergis meningkatkan khasiat masker.
Proses pembuatannya pun menggunakan metode pengeringan oven bersuhu rendah, maksimal 40°C, agar kandungan senyawa aktif pada bahan tetap terjaga.
“Proses pengeringan ini sangat krusial, karena jika terlalu panas, kandungan alami bisa rusak. Kami ingin masker yang dihasilkan tetap efektif dan nyaman digunakan,” tambah Annisa.
Produk ini telah melewati uji kualitas untuk memastikan keamanannya. Hasilnya, masker bubuk Bio-Galvera memiliki ukuran partikel halus (fines) sebesar 9,8 persen, di bawah batas maksimal 10 persen sesuai standar masker bubuk.
Selain itu, produk ini memiliki sifat alir dan tingkat kelembapan yang baik, sehingga mudah digunakan dan nyaman saat diaplikasikan.
“Bio-Galvera memiliki beragam manfaat, mulai dari mengencangkan kulit, membantu regenerasi sel, hingga meredakan peradangan. Kehadiran probiotik di dalamnya juga berfungsi sebagai pelindung alami kulit,” papar Isnaeni.
Lebih dari sekadar produk kecantikan, Bio-Galvera membawa pesan edukasi lingkungan dengan mendorong masyarakat untuk lebih bijak memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai tinggi.
Menyambut antusiasme atas inovasi ini, Dekan Fakultas Farmasi UM Surabaya, Dede Nasrullah, menyatakan kesiapan pihak kampus untuk melangkah ke tahap produksi massal sekaligus mengurus hak paten produk.
“Bahan baku masker ini telah tersertifikasi halal, sehingga kami optimis untuk memproduksi dan memasarkan secara luas ke masyarakat,” tegas Dede.
Dengan inovasi ini, UM Surabaya tidak hanya berkontribusi pada dunia kecantikan dan kesehatan kulit, tetapi juga memperkuat komitmen terhadap pemanfaatan limbah ramah lingkungan dan pemberdayaan mahasiswa dalam riset terapan.
Bio-Galvera diharapkan dapat menjadi produk unggulan yang siap bersaing di pasar perawatan kulit alami di masa depan. (*/wh)
