Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional melalui salah satu mahasiswinya yang berhasil bersinar dalam ajang bergengsi.
Felissa Auriel Rahmalia Putri, mahasiswi dari Program Studi Ilmu Komunikasi, berhasil meraih penghargaan kategori Best Creativity dalam kompetisi nasional Beauty Muslimah Indonesia 2025.
Ajang ini merupakan salah satu kompetisi yang menggabungkan kecantikan, kecerdasan, dan kontribusi sosial para muslimah dari berbagai penjuru Indonesia.
Tahun ini, kompetisi tersebut diikuti oleh 55 finalis dari 12 provinsi, menjadikannya persaingan yang cukup ketat dan menantang.
Di antara para finalis tersebut, hanya 20 peserta yang berhasil meraih penghargaan di berbagai kategori khusus, dan Felissa menjadi salah satu di antaranya yang berhasil menarik perhatian dewan juri lewat kreativitas yang ditampilkannya.
Dalam wawancara yang berlangsung pada Senin (28/4), Felissa mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam ajang Beauty Muslimah Indonesia bukanlah semata-mata demi gelar atau popularitas.
Dia mengaku, motivasi awalnya muncul dari keinginan pribadi untuk menantang diri sendiri dan memperluas pengalaman di luar aktivitas akademik.
“Setiap semester, aku selalu menetapkan target untuk melakukan hal-hal baru di luar dunia perkuliahan. Kebetulan ada teman dari mama yang menyarankan untuk ikut ajang beauty pageant. Akhirnya aku memberanikan diri untuk mencoba,” ujarnya seperti dilansir di laman resmi UMS, pada Selasa (29/4/2025).
Felissa juga menjelaskan bahwa tujuan utamanya mengikuti kompetisi ini adalah untuk melatih kepercayaan diri dan kemampuan berbicara di depan umum.
Selain itu, ia ingin bertemu dengan sosok-sosok perempuan inspiratif yang sama-sama memiliki semangat untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. “Bagiku, berada di panggung besar bukan hanya soal tampil cantik, tapi juga bagaimana bisa memberikan pesan yang menginspirasi,” tambahnya.
Salah satu momen penting dalam proses kompetisi adalah ketika peserta diminta menunjukkan bakat mereka. Dalam sesi tersebut, Felissa membawakan tari tradisional Topeng Ireng, yang berasal dari Boyolali, daerah asalnya.
Dengan kostum berwarna mencolok dan gerakan tari yang penuh semangat, ia berhasil memukau juri dan mendapat apresiasi yang tinggi.
“Tari Topeng Ireng punya filosofi perjuangan dan semangat, dan aku ingin memperkenalkan budaya lokal itu ke panggung nasional,” jelasnya.
Proses menuju panggung nasional tidaklah mudah. Perjalanan Felissa dimulai dari audisi regional Jawa Tengah pada 31 November 2024, kemudian berlanjut ke tahapan audisi nasional yang berlangsung dari 30 Januari hingga 1 Februari 2025.
Di tengah kesibukan menjalani Ujian Akhir Semester (UAS), Felissa tetap berusaha keras menyiapkan diri dalam berbagai aspek penilaian, mulai dari unjuk bakat, sesi wawancara, psikotes, hingga pidato yang menantang keterampilan public speaking.
“Alhamdulillah, semua bekal dari kuliah di Ilmu Komunikasi UMS sangat membantu, apalagi saat membuat video dan melakukan proses editing konten,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.
Tak hanya aktif di panggung kompetisi, Felissa juga dikenal sebagai mahasiswi yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Dia tercatat sebagai Koordinator di LSM Turun Tangan Solo Raya, sebuah organisasi sosial yang fokus pada kegiatan pemberdayaan masyarakat. Melalui akun media sosial pribadinya,
Felissa kerap membagikan aktivitas inspiratif, mulai dari kegiatan sosial hingga kampanye kesadaran lingkungan. Ia percaya bahwa kecantikan seorang muslimah tidak semata terletak pada penampilan luar, melainkan juga pada akhlak, sikap, dan kontribusinya kepada masyarakat.
Meski berhasil menorehkan prestasi nasional, Felissa tidak lantas berpuas diri. Ia menyampaikan bahwa saat ini belum berencana untuk mengikuti kompetisi serupa dalam waktu dekat.
Sebaliknya, ia ingin lebih fokus pada pengembangan diri di bidang fashion dan kecantikan secara profesional.
“Aku ingin lebih banyak belajar dan memperluas wawasan di bidang yang aku minati, tapi bukan berarti harus selalu lewat kompetisi,” katanya.
Di akhir wawancaranya, Felissa memberikan pesan yang penuh motivasi untuk rekan-rekannya sesama mahasiswa. Ia mengajak seluruh mahasiswa UMS untuk tidak ragu mengeksplorasi potensi diri, baik dalam dunia akademik maupun non-akademik.
“Buat teman-teman, jangan takut untuk mencoba hal baru. Setiap semester, buatlah target-target kecil yang bisa mendorong kita terus berkembang. Karena di luar zona nyaman, ada banyak peluang berharga menanti,” pungkasnya. (*/wh)
