Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MT PWM) Jawa Timur siap merintis pendirian koperasi berbasis masjid di Jawa Timur. Dalam pelaksanaannya, koperasi yang akan dikembangkan ini berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi (Kemekop) RI.
Menurut Ketua MT PWM Jatim, Abdul Basith, Lc. MPd.I, koperasi ini direncanakan memiliki kekhasan tersendiri, sehingga berbeda dengan Koperasi Merah Putih yang sudah ada. Saat ini tim yang ditunjuk sedang mempersiapkan proses pendirian dan akan terus berkonsultasi dengan Kemenkop RI.
“Kita akan segera dirikan koperasi berbasis masjid tersebut di Jawa Timur. Untuk proses dan perizinannya, menunggu hasil kerja tim. Yang jelas koperasi ini akan berbeda dengan konsep koperasi merah putih yang sudah ada,” kata Abdul Basith, dalam sambutannya pada pembukaan Persiapan Rapat Kerja (Praraker) MT PWM Jatim, yang berlangsung di Perumahan Chofa, Sukomanunggal, Surabaya.
Semangat koperasi ini adalah berdayakan ekonomi umat lewat koperasi masjid. Apalagi koperasi adalah soko guru perekonomian Indonesia. Pendirian koperasi ini merupakan hasil kerjasama antara Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono bersama Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar. Kedua menteri itu telah bersepakat bekerja sama memberdayakan ekonomi umat di Indonesia melalui pembentukan dan pengembangan koperasi.
Kemenkop tidak hanya sekedar mendirikan kpperasi secara fisik, tetapi juga melakukan inkubasi, pendampingan usaha, hingga akses pembiayaan lewat LPDB Koperasi. Tujuan utama pendirian koperasi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan internal, menopang kemandirian lembaga, serta mendukung kegiatan ekonomi masyarakat sekitar.
Program Kerja Tahun 2026
Sementara itu, dalam praraker tersebut disepakati beberapa program kerja yang akan dilakukan oleh MT PWM Jatim sepanjang tahun 2026. Juga telah dibentuk beberapa divisi untuk melakukan perencanaan program kerja lebih detil, mulai dari perencanaan pelaksanan, waktu pelaksanaan, pendanaan, serta sumber pendanaan.
Drs. M. Ridwan Abubakar, M.Ag. yang memimpin praraker tersebut menegaskan bahwa pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) telah disepakati pada 24-25 Januari 2026 di Batu, Malang. Nantinya tim yang telah diberi tugas membuat perencanaan secara detil akan memaparkan saat Raker berlangsung.
“Yang jelas, ada beberapa kegiatan penting dalam kurun waktu tahun 2026 ini, seperti Festival Anak Saleh Muhammadiyah (FasMU) yang rencananya berlangsung antara Juli/Agustus 2026. Juga ada dua kali pelaksanaan Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM) pada Maret dan September 2006. Semua akan dimatangkan pada Raker nanti,” tandasnya.
Disamping itu, lanjutnya, juga akan dilaksanakan Penghargaan Majelis Tabligh, yang terdiri atas beberapa kategori, diantaranya mubaligh berprestasi, penulis teraktif, mubaligh pendamping desa, dan lain-lain. “Semua akan kita matangkan oleh tim dari divisi yang ditunjuk,” jelasnya. (chusnun)
