Di antara tempat paling suci dan bersejarah di Kota Madinah adalah Jannatul Baqi’ atau Makam Baqi’, sebuah kompleks pemakaman yang menjadi peristirahatan terakhir bagi ribuan sahabat Nabi Muhammad saw, termasuk keluarga beliau yang terdekat.
Terletak di sebelah tenggara Masjid Nabawi, Baqi’ adalah tempat yang sangat dihormati oleh umat Islam di seluruh dunia.
Keutamaan Makam Baqi
Makam Baqi’ memiliki keutamaan spiritual yang tinggi karena Rasulullah ﷺ sendiri sangat mencintai tempat ini dan sering berziarah ke sana. Dalam beberapa riwayat shahih, disebutkan bahwa beliau mendoakan langsung para penghuni Baqi’:
“Aku diperintahkan untuk memohonkan ampunan bagi penghuni Baqi’.” (HR. Muslim)
Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Semoga keselamatan dilimpahkan kepada kalian, wahai penghuni tempat kaum mukmin. Kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku berdoa kepada Allah agar memberikan keselamatan kepada kami dan kalian.” (HR. Muslim no. 975)
Keutamaan Baqi’ semakin tinggi karena akan dibangkitkan dari tempat ini sejumlah besar penghuni surga, dan banyak dari para penghuni Baqi’ adalah orang-orang saleh yang termasuk dalam generasi terbaik umat Islam.
Sahabat dan Keluarga Rasulullah yang Dimakamkan di Baqi
Makam Baqi’ menjadi tempat dimakamkannya lebih dari 10.000 sahabat Nabi, termasuk banyak dari Ahlul Bait (keluarga Rasulullah saw). Beberapa di antaranya adalah:
Keluarga Rasulullah saw:
1. Utsman bin Affan
Khalifah ketiga umat Islam, sahabat mulia, dan menantu Rasulullah (suami Ruqayyah dan Ummu Kultsum).
2. Ibrahim bin Muhammad saw
Putra Nabi dari Maria Al-Qibthiyyah, wafat di usia bayi.
3. Sayyidah Fatimah Az-Zahra
Putri kesayangan Nabi Muhammad saw, istri Ali bin Abi Thalib, dan ibu Hasan dan Husain. (Meski sebagian riwayat menyebut lokasi lain, namun mayoritas ulama menyatakan beliau dimakamkan di Baqi).
4. Hasan bin Ali
Cucu Rasulullah saw, pemimpin pemuda surga.
5. Istri-istri Rasulullah saw
Kecuali Khadijah (dimakamkan di Makkah), istri-istri Nabi ﷺ seperti Aisyah, Hafshah, Ummu Salamah, dan lainnya dimakamkan di Baqi.

Sahabat Nabi dan Tokoh Tabi’in:
1. Abdurrahman bin Auf – Sahabat dari sepuluh yang dijamin masuk surga.
2. Sa’ad bin Abi Waqqash – Komandan perang Qadisiyah, penakluk Persia.
3. Ummu Kulthum dan Ruqayyah – Putri-putri Rasulullah ﷺ.
4. Imam Malik bin Anas – Ulama besar Madinah, pendiri Mazhab Maliki (menurut sebagian pendapat).
5. Sayyidah Ummu Salamah – Istri Nabi dan perawi hadis penting.
Siapa yang Boleh Dimakamkan di Baqi Sekarang?
Seiring waktu, Jannatul Baqi tidak hanya menjadi pemakaman sejarah, tetapi juga masih aktif digunakan untuk pemakaman hingga hari ini. Namun, karena lokasinya sangat terbatas dan dijaga ketat oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi, hanya orang-orang tertentu yang bisa dimakamkan di sana.
Kriteria Umum:
1. Wafat di Madinah.
Hanya orang yang wafat di Kota Madinah yang bisa dimakamkan di Baqi.
2. Warga Madinah atau tamu Allah (jamaah haji/umrah).
Banyak jamaah haji atau umrah yang wafat saat beribadah di Madinah dimakamkan di Baqi.
3. Tidak memilih tempat pemakaman sendiri.
Pemerintah Saudi mengelola pemakaman secara administratif dan menempatkan jenazah di Baqi sesuai ketersediaan, bukan berdasarkan permintaan keluarga.
4. Mengikuti prosedur resmi.
Pemakaman diatur oleh otoritas Masjid Nabawi dan Departemen Urusan Kematian Madinah, termasuk verifikasi identitas, surat kematian, dan koordinasi dengan rumah sakit atau maktab haji.
Catatan dan Adab Ziarah ke Baqi
Ziarah ke Baqi disunnahkan, terutama bagi jamaah yang sedang berada di Madinah. Namun, adab ziarah harus dijaga, antara lain:
- Tidak menangis berlebihan atau melakukan hal-hal yang tidak sesuai syariat.
- Tidak berdoa kepada penghuni kubur, tapi mendoakan mereka.
- Mengucapkan salam sebagaimana diajarkan Rasulullah saw.
- Untuk wanita, ziarah ke Baqi diatur lebih ketat dan biasanya hanya diperbolehkan pada waktu tertentu dan dalam rombongan.
Jadi, Jannatul Baqi’ bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir para sahabat dan keluarga Rasulullah saw, melainkan simbol agung dari sejarah, keimanan, dan kemuliaan generasi terbaik umat ini.
Ziarah ke Baqi bukan hanya pengalaman spiritual, tetapi juga pengingat akan kematian, kesederhanaan, dan harapan untuk dikumpulkan bersama orang-orang saleh di akhirat kelak.
Semoga Allah memberikan kita taufik untuk meneladani mereka yang dimakamkan di Baqi dan mengumpulkan kita bersama mereka di surga-Nya.
Referensi:
1. Shahih Muslim – Kitab Jana’iz
2. Al-Bukhari – Kitab Fadha’il Ash-hab an-Nabi
3. Al-Zurqani – Sharh al-Mawahib
4. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi – Biografi Khulafaur Rasyidin
5. Saudi Ministry of Hajj and Umrah – “Guidelines for Jannatul Baqi”
6. Dokumentasi Resmi Masjid Nabawi
7. Madain Project – Historical D
