قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ
Aisyah Radhiyallahu anha, berkata: “Rasulullah SAW lebih giat (dalam beribadah) pada sepuluh hari terakhir (Ramadan) yang tidak baginda lakukan pada hari-hari lainnya.” (Sahih Muslim No: 2009) Dar Ihya Kutub Arabiyyah. Status: Hadis Sahih
Sepuluh malam terakhir Ramadan memiliki keistimewaan luar biasa karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah selama periode ini.
Amalan-Amalan yang Dianjurkan di Sepuluh Akhir Ramadan
1. Memperbanyak Ibadah
Rasulullah saw meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir, melebihi malam-malam sebelumnya. Ibadah-ibadah yang bisa dilakukan antara lain:
- Salat fardu berjamaah dan memperbanyak salat sunah.
- Meningkatkan bacaan Al-Qur’an.
- Memperbanyak doa dan zikir.
- Bersedekah kepada fakir miskin dan yang membutuhkan.
2. Melakukan i’tikaf
Salah satu sunnah Rasulullah SAW yang sangat dianjurkan adalah melakukan i’tikaf di masjid, terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadan. I’tikaf adalah momen untuk memperdalam hubungan dengan Allah SWT dan meningkatkan kualitas ibadah tanpa gangguan duniawi.
3. Mencari Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh keberkahan dan lebih baik daripada seribu bulan. Rasulullah saw bersabda:
“Barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam ibadah agar memperoleh keberkahan malam tersebut.
4. Memperbanyak Doa dan Istighfar
Salah satu doa yang dianjurkan untuk sering dibaca pada sepuluh malam terakhir Ramadan adalah:
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.)
Selain itu, doa-doa lainnya dapat dipanjatkan untuk kebaikan diri, keluarga, umat Islam, dan saudara-saudara yang sedang mengalami kesulitan di berbagai belahan dunia.
Kesungguhan Para Ulama dalam Sepuluh Akhir Ramadan
Para sahabat dan ulama terdahulu menunjukkan kesungguhan luar biasa dalam beribadah selama sepuluh malam terakhir Ramadan:
- Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu menghabiskan malamnya dengan salat hingga waktu fajar.
- Qatadah Rahimahullah mengkhatamkan Al-Qur’an setiap malam selama sepuluh hari terakhir Ramadan.
- Banyak orang berusaha memanfaatkan momen ini dengan mengambil cuti dari pekerjaan agar bisa fokus beribadah.
Imam Ibn Rajab Al-Hanbali berkata:
“Ketahuilah bahwa seorang mukmin itu terhimpun baginya dua jihad untuk dirinya, yaitu jihad pada waktu siang dalam berpuasa serta jihad pada waktu malam dalam melakukan qiyamullail. Seseorang yang mampu menghimpun keduanya dengan sempurna, maka ia akan memperoleh pahala yang tak terhingga.” (Lathā’if Al-Ma’ārif, Ibn Rajab 1/171)
Sebagai bentuk kecintaan kepada Allah dan meneladani Rasulullah SAW, marilah kita lipatgandakan amal ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadan dengan:
a. Menjaga salat fardu berjamaah dan meningkatkan salat sunah, termasuk Tarawih dan Tahajud.
b. Memperbanyak iktikaf dan mengajak keluarga untuk ikut serta dalam ibadah ini.
c. Memohon ampunan dan memperbanyak doa, baik untuk diri sendiri, keluarga, umat Islam, serta saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan di Palestina, Suriah, Iraq, Rohingya, dan berbagai belahan dunia lainnya.
Semoga kita diberikan kekuatan dan kemudahan untuk menghidupkan sepuluh hari terakhir Ramadan dengan amal kebaikan yang berlipat ganda. Aamiin. (*)