“Jangan mencari lailatul qadar di sela-sela dahan pohon atau fenomena alam, carilah ia di celah-celah hatimu yang pecah karena rindu pada-Nya.”
Lailatul Qadar adalah malam tajalli—saat Allah menampakkan cahaya-Nya secara khusus ke dunia. Banyak yang sibuk berburu tanda-tanda fisik, padahal hakikat malam ini adalah tentang kesiapan batin.
Para malaikat turun membawa kedamaian (salam), namun mereka hanya akan singgah di hati yang sudah “kosong” dari berhala dunia dan kebencian.
Malam seribu bulan bukanlah tentang durasi waktu, melainkan tentang kualitas kehadiran.
Satu sujud yang dilakukan dengan ketiadaan diri di malam ini, lebih berharga daripada ibadah seumur hidup yang masih dibumbui keakuan.
Barakallahu fiikum.
