Masjid Harus Jadi Pusat Peradaban yang Makmur dan Memakmurkan

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Ustaz Dr. H. Ibnu Hasan, M.Si
www.majelistabligh.id -

Semangat “Ranting Itu Penting” dan “Masjid Makmur Memakmurkan” benar-benar terasa di selatan Kota Purwokerto. Masjid Baiturrois Karangpucung, yang berlokasi di Jalan Pembina No. 1, tumpah ruah oleh jamaah yang antusias mengikuti Pengajian Ramadan 1447 H pada Kamis malam (26/2/2026).

Hadir sebagai pembicara utama, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Ustaz Dr. H. Ibnu Hasan, M.S.I. Kehadiran tokoh pimpinan wilayah di tingkat ranting ini menjadi energi baru bagi gerak dakwah jamaah di Karangpucung.

Dalam uraiannya, Dr. Ibnu Hasan menekankan bahwa masjid bukan sekadar tempat salat, melainkan jantung penggerak persyarikatan. Ia membedah tujuh ciri utama masjid yang makmur:

  1. Kebersihan yang Terjaga: Masjid adalah cermin kesucian iman.
  2. Kenyamanan Jamaah: Setiap orang yang masuk harus merasa tenang dan disambut.
  3. Kuantitas Jamaah: Salat berjamaah yang selalu hidup dan ramai.
  4. Ekosistem Ziswaf: Gerakan Zakat, Infaq, dan Sedekah yang berjalan produktif.
  5. Transparansi Finansial: Pengelolaan keuangan yang akuntabel dan terbuka kepada umat.
  6. Kualitas Takmir: Masjid dikelola oleh SDM yang kompeten dan berdedikasi.

“Masjid yang makmur adalah masjid yang tidak hanya megah bangunannya, tapi juga mampu memakmurkan jamaahnya. Uang masjid harus berputar untuk kepentingan umat, dari umat kembali ke umat,” kata Ibnu Hasan.

Sinergi Lintas Generasi di Akar Rumput

Kegiatan yang diinisiasi oleh Takmir Masjid Baiturrois dan PRM Karangpucung ini menunjukkan soliditas organisasi yang luar biasa. Nampak hadir Ketua PRM Karangpucung, H. Komar, S.Pd. bersama jajaran pengurus PRA, remaja masjid, hingga santri TPQ.

Peserta kajian di Masjid Baiturrois Karangpucung.
Peserta kajian di Masjid Baiturrois Karangpucung.

Kehadiran anak-anak muda dan remaja masjid serta pemuda Muhammadiyah menjadi catatan penting bagi Ibnu Hasan. Menurutnya, menghidupkan masjid melalui peran anak muda adalah kunci agar “Cabang Harus Berkembang” di masa depan.

Sementara itu, Ketua PRM Karangpucung, H. Komar, S.Pd., menyampaikan bahwa kehadiran pimpinan wilayah di tingkat ranting adalah bentuk apresiasi terhadap perjuangan dakwah di level bawah.

“Kami di ranting ingin membuktikan bahwa dari masjid kecil di sudut kelurahan ini, semangat Muhammadiyah tetap menyala. Kami berkomitmen menjadikan Baiturrois sebagai masjid yang transparan dan melayani,” ujarnya.

Acara ditutup dengan diskusi hangat pasca tarawih, memperlihatkan suasana kekeluargaan yang erat antara pimpinan wilayah dengan jamaah akar rumput. Dengan semangat Ramadan 1447 H, PRM Karangpucung siap bertransformasi menjadi ranting yang unggul dan berkemajuan. || Agus Salim (ketua PCPM Purwokerto Selatan)

Tinggalkan Balasan

Search