Dalam rangka memperkuat koordinasi antar lembaga dan meningkatkan kualitas layanan kesejahteraan sosial anak, kegiatan rutin pertemuan triwulan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan Muhammadiyah Children Center (MCC) se-Kabupaten Lumajang kembali digelar.
Kali ini, MCC Surya Muhaja Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, didaulat menjadi tuan rumah dalam acara yang berlangsung penuh semangat kebersamaan dan spirit dakwah sosial Muhammadiyah tersebut.
Pertemuan yang berlangsung di aula MCC Surya Muhaja ini dihadiri oleh para pengelola LKSA dan MCC dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lumajang.
Hadir pula tokoh-tokoh penting Majelis Pelayanan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lumajang, di antaranya Ustaz Teguh Hidayat, Jumadi Teguh S., Ustaz Nanang, dan Ustaz Syaiful yang turut memberikan pembinaan dan pengarahan kepada para peserta.
Acara secara resmi dibuka oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lumajang, Ustaz Zaenal Abidin, melalui pidato iftitah yang sarat pesan moral dan motivasi.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya keberadaan LKSA dan MCC sebagai bagian dari dakwah bil hal Muhammadiyah, yang menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.
“Anak-anak binaan kita adalah amanah. Mereka tidak hanya membutuhkan tempat berlindung, tetapi juga pendampingan spiritual, pendidikan, dan pembinaan akhlak. Maka dari itu, sinergi dan konsolidasi antarlembaga seperti ini menjadi keniscayaan agar layanan kita tidak berjalan sendiri-sendiri,” tegas Ustaz Zaenal.
Ketua MCC Surya Muhaja, H. Slamet Sagi, dalam sambutannya memperkenalkan salah satu inovasi terbaru dari lembaganya, yakni program MCC Non-Mukim.
Program ini berupa layanan bimbingan belajar (bimbel) gratis bagi anak-anak dhuafa yang tinggal bersama keluarganya, namun membutuhkan dukungan pendidikan tambahan di luar jam sekolah.
“Banyak anak-anak dari keluarga prasejahtera yang tidak bisa mengakses bimbingan belajar karena keterbatasan biaya. MCC Surya Muhaja berinisiatif menghadirkan bimbel gratis non-mukim sebagai bagian dari perluasan dakwah sosial kami. Harapannya, program ini bisa menyentuh lebih banyak anak yang membutuhkan,” ungkap H. Slamet.
Program ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, salah satunya dari Ustaz Nanang yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Dia memberikan masukan agar ke depan dibuatkan kurikulum yang tepat dan terstruktur untuk mendukung pelaksanaan program MCC Non-Mukim, agar tidak hanya fokus pada aspek akademik semata, tetapi juga mencakup pembinaan karakter dan nilai-nilai Islam.
Sementara itu, Ustaz Teguh Hidayat dalam arahannya memberikan pesan penting kepada seluruh peserta terkait pentingnya koordinasi dan sistem yang baik dalam menjalankan misi sosial.
Dia mengingatkan bahwa dalam dunia ini, kejahatan sekalipun bisa terlihat baik jika dikoordinasikan secara rapi, sementara kebaikan yang tidak terorganisir akan sulit terlihat manfaatnya.
“Jangan pernah remehkan kekuatan sistem. Kejahatan akan terlihat terstruktur dan kuat jika dikoordinir dengan baik. Maka, kebaikan pun harus lebih kuat dalam koordinasi. Di sinilah pentingnya pertemuan rutin seperti ini, agar langkah kita satu arah, saling mendukung, dan tidak tumpang tindih,” tegas Ustaz Teguh.
Pertemuan ini juga menjadi ajang saling berbagi pengalaman antarlembaga LKSA dan MCC, terutama dalam menghadapi tantangan operasional, penggalangan dana, pembinaan anak, hingga penguatan legalitas lembaga.
Para peserta terlibat aktif dalam sesi diskusi yang membahas strategi bersama untuk memperkuat peran LKSA/MCC di tengah masyarakat, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam dan prinsip keikhlasan amal.
Di akhir acara, para peserta sepakat untuk terus menjaga komunikasi, memperkuat program-program kolaboratif lintas lembaga, serta melakukan tindak lanjut atas usulan pembentukan kurikulum MCC Non-Mukim.
“Pertemuan ini bukan sekadar forum resmi, tapi juga ajang mempererat ukhuwah pelayan dakwah sosial. Muhammadiyah lewat MPKS, LKSA, dan MCC terus hadir memberi solusi nyata bagi kesejahteraan anak.(syahrul ramadhan)
