Warisan terbaik adalah melahirkan keturunan yang taat di atas petunjuk Allah. Generasi yang mulia akan terus menerus melahirkan perbaikan.
Kegelisahan atas terputusnya generasi yang mulia pernah dikeluhkan oleh Nabi Zakaria sehingga beliau berdoa tanpa lelah agar dikarunia generasi yang akan melanjutkan misi kenabiannya.
Maryam layak dijadikan contoh generasi yang berada di atas amalan kemuliaan sehingga lahir Nabi Isa sebagai pemimpin yang agung.
Keluhan Nabi Zakaria
Di usia yang sudah senja, Nabi Zakaria belum juga diruniai keturunan. Padahalbeliau berkeinginan mewariskan kebaikannya kepada anak keturunannya. Oleh karenanya, dia berdoa tanpa lelah untuk memohon anak keturunan. Hal ini diabadikan Al Qur’an sebagaimana firman-Nya :
وَزَكَرِيَّآ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُۥ رَبِّ لَا تَذَرۡنِي فَرۡدٗا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلۡوَٰرِثِينَ
“Dan (ingatlah kisah) Zakariyya tatkala ia menyeru Tuhan-nya, “Ya Tuhan-ku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkau-lah waris yang paling baik.” (QS. Al-‘Anbiyā : 89)
Terkabulnya doa Nabi Zakaria dilalui dengan berbagai amal kebaikan secara istikamah. Dia terkenal dengan kesalehannya. Salah di antara kebaikan beliau adalah mengurus Maryam sehingga menjadi generasi yang taat dalam menjalankan perintah Allah.
Nabi Zakaria juga dikenal sebagai hamba yang tal pernah berputus asa dalam meminta keturunan kepada Allah. Hal ini diabadikan Al Qur’an sebagaimana firman-Nya :
فَٱسۡتَجَبۡنَا لَهُۥ وَوَهَبۡنَا لَهُۥ يَحۡيَىٰ وَأَصۡلَحۡنَا لَهُۥ زَوۡجَهُۥٓ ۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ يُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡخَيۡرَٰتِ وَيَدۡعُونَنَا رَغَبٗا وَرَهَبٗا ۖ وَكَانُواْ لَنَا خَٰشِعِينَ
“Maka Kami memperkenankan doanya dan Kami anugerahkan kepadanya Yaḥya dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (QS. Al-‘Anbiyā : 90)
Kisah Maryam
Salah satu karya besar Nabi Zakaria, di antaranya mendidik Maryam dalam ketaatan kepada Allah. Beliau mendidik Maryam. sehingga hidup dalam ketaatan dalam beribadah.
Maryam berhasil menjadi generasi yang menjaga kehormatan. Atas penjagaan diri dalam ketaatan itulah maka Allah memberi karunia terbesar dalam melahirkan seorang anak yang agung yakni Nabi Isa. Hal. Ini diabadikan Al Qur’an sebagaimana firman-Nya :
وَٱلَّتِيٓ أَحۡصَنَتۡ فَرۡجَهَا فَنَفَخۡنَا فِيهَا مِن رُّوحِنَا وَجَعَلۡنَٰهَا وَٱبۡنَهَآ ءَايَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ
“Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya roh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.” (QS. Al-‘Anbiyā : 91)
Warisan Kemuliaan
Setiap orang pasti mendapatkan warisan terbaik. Umumnya manusia menginginkan warisan berupa harta kekayaan, kekuasaan yang langgeng, dan berbagai macam. Kenikmatan duniawi.
Warisan terbaik adalah lahirnya generasi yang taat dalam menjalankan perintah-Nya. Generasi seperti inilah yang diharapkan para nabi dan rasul pada anak keturunannya.
Generasi yang hidup ketaatan inilah yang akan dapat warisan terbaik dan abadi. Orang-orang yang hidup dalam ketaatan inilah yang memperoleh warisan dari Allah. Sebagaimana firman-Nya :
وَلَقَدۡ كَتَبۡنَا فِي ٱلزَّبُورِ مِنۢ بَعۡدِ ٱلذِّكۡرِ أَنَّ ٱلۡأَرۡضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ ٱلصَّٰلِحُونَ
“Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lawḥ Maḥfūẓ bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh.” (QS. Al-‘Anbiyā : 105)
Nabi Ibrahim merupakan contoh manusia yang telah mewariskan kebaikan dalam ketaatan sehingga lahirlah anak-anak yang diangkat jadi nabi dan rasul pasca kematiannya.
Beliau berdoa akan anak keturunan bisa seperti dirinya. Namun Allah memberikan syarat tidak ada kedzaliman dalam menjalani kehidupan. Hal. Ini sebagaimana firman-Nya :
وَإِذِ ٱبۡتَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِـۧمَ رَبُّهُۥ بِكَلِمَٰتٖ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامٗا ۖ قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهۡدِي ٱلظَّٰلِمِينَ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhan-nya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata, “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman, “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim”. (QS. Al-Baqarah : 124)
Kita bisa. Melihat sejarah kehidupan sepanjang sejarah bahwa generasi yang hidup dalam kedzaliman ketika mendapatkan kekuasaan, maka hidupnya terhina dan dijadikan bahan omongan buruk oleh masyarat baik saat hidup, apalagi setelah kematiannya.
Para penjahat perang kemanusiaan, koruptor, rezim yang kejam, dan bengis hidupnya berakhir tragis. Saat berkuasa dieluh-eluhkan meskipun berbuat dzalim. Begitu swtelah berkuasan dan meninggal dunia, berbagai generasi akan membicarakan keburukannya. (*)
Pacet, 8 Juni 2025
