Melepaskan Diri dari Belenggu Hasad dan Dengki

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah pernah ditanya tentang persoalan ini. Simaklah pertanyaan dan jawaban beliau berikut:

Pertanyaan:
“Di antara penyakit hati adalah hasad (dengki). Sejauh mana pengaruh hasad terhadap orang yang menjadi sasarannya? Dan bagaimana cara orang yang menjadi korban hasad menghindari dampaknya? Selain itu, bagaimana cara orang yang memiliki sifat dengki menyembuhkan dirinya dari penyakit ini?”

Jawaban:

Pertanyaan ini berkaitan dengan hasad (dengki), dan Allah telah menyebutkan obatnya dalam Kitab-Nya yang agung:

“Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” (QS. Al-Falaq: 5)

Seorang mukmin hendaknya memohon perlindungan kepada Tuhannya dari kejahatan para pendengki, para pelaku kezaliman, dan seluruh orang yang berbuat jahat.

Ia berlindung kepada Allah dari segala bentuk kejahatan, sebagaimana diperintahkan dalam firman-Nya:

“Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh…” (QS. Al-Falaq: 1), hingga akhir surah.

Dengan demikian, seorang hamba berlindung kepada Allah dari kejahatan manusia, pendengki, dan orang-orang zalim.

Adapun pendengki, sesungguhnya ia memulai dari dirinya sendiri dan akhirnya mencelakakan dirinya sendiri. Ia menyakiti dirinya terlebih dahulu karena hatinya diliputi kegelisahan, kesedihan, dan perasaan terganggu terhadap nikmat Allah yang diberikan kepada orang lain. Justru keadaan ini membahayakan dirinya sendiri.

Kita memohon keselamatan kepada Allah. Hasad tidak akan membahayakan orang yang didengki, kecuali jika disertai perbuatan zalim terhadapnya. Sebaliknya, hasad justru akan merugikan pelakunya.

Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda tentang obat hasad:

“Jika engkau merasa dengki, maka janganlah engkau wujudkan.”

Maksudnya, jangan melakukan tindakan yang merugikan orang yang menjadi objek kedengkian. Jika seseorang merasa dengki, hendaknya ia segera bertobat kepada Allah, kembali kepada-Nya, dan tidak melakukan tindakan apa pun yang dapat menyakiti orang lain.

Sayangnya, sebagian orang tidak hanya menyimpan rasa hasad di hati, tetapi juga mewujudkannya dalam tindakan. Ia menyakiti orang yang didengkinya melalui ucapan, berusaha mencabut jabatannya, memfitnah, bahkan mencelakakan fisik, jiwa, atau agamanya. Ini adalah bentuk hasad yang disertai kezaliman.

Ia tidak hanya dengki, tetapi juga berbuat aniaya terhadap saudaranya. Misalnya, ia merasa iri karena orang lain memperoleh jabatan, kesehatan, ilmu, atau kenikmatan lainnya, lalu berusaha menghilangkan nikmat itu dengan cara yang zalim dan penuh permusuhan. Kita memohon perlindungan kepada Allah dari hal tersebut.

Adapun jalan keselamatan dari hasad adalah sebagai berikut:

  • Menahan diri dari dorongan hasad.
  • Mengingat Allah dan bersikap tawakal kepada-Nya.
  • Berpaling dari rasa dengki dan tidak menuruti bisikan setan.
  • Menyadari bahwa hasad adalah perbuatan mungkar dan bentuk kezaliman terhadap sesama hamba Allah.
  • Memahami bahwa hasad adalah bentuk ketidakridaan terhadap pembagian Allah, karena Allah-lah yang menganugerahkan nikmat kepada hamba-hamba-Nya dan menentukan rezeki mereka.

Maka, apa alasan seseorang merasa iri hanya karena Allah memberikan harta, ilmu, jabatan, atau nikmat lainnya kepada orang lain? Mengapa engkau mendengkinya?

Padahal Allahlah yang membagi rezeki di antara hamba-hamba-Nya. Dengki semacam itu pada hakikatnya merupakan bentuk protes terhadap ketetapan Allah dan prasangka buruk kepada-Nya.

Oleh karena itu, mohonlah perlindungan kepada Allah, waspadalah terhadap kejahatan diri sendiri dan godaan setan, serta jangan wujudkan hasad dalam bentuk tindakan zalim.

Adapun orang yang menjadi objek hasad, maka ia tidak akan dirugikan oleh hasad itu, kecuali jika pendengki melakukannya dalam bentuk tindakan nyata.

Jika ia dizalimi, melalui ucapan, perbuatan, fitnah, atau pemecatan dari pekerjaan, maka ia berhak membela diri dengan cara yang tepat dan bijaksana. Dan hanya kepada Allah-lah tempat memohon pertolongan.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Jauhilah hasad, karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”

Semoga Allah melindungi kita dari penyakit hati yang merusak ini. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search