Memaknai Idulfitri Secara Hakiki

Memaknai Idulfitri Secara Hakiki
*) Oleh : Dr. M. Sholihin Fanani
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim

Idulfitri adalah momen istimewa bagi umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh. Hari kemenangan ini bukan sekadar perayaan, melainkan refleksi dari pencapaian spiritual yang telah diraih.

Idulfitri bermakna kembali kepada kesucian, sebagaimana seseorang yang telah melalui proses penyucian jiwa dan hati (tazkiyatun nafs dan tazkiyatul qalb) melalui ibadah puasa.

Proses Pensucian Jiwa dalam Islam

Menurut Imam Al-Ghazali, proses penyucian jiwa harus melalui tiga tahapan utama, yaitu takhalliyah, tahalliyah, dan tajalliyah.

  1. Takhalliyah. Takhalliyah adalah proses mengeluarkan atau membersihkan segala kotoran dalam hati manusia yang timbul akibat perjalanan hidup. Hati manusia diibaratkan seperti bak mandi yang apabila dibiarkan tanpa dibersihkan, akan kotor dan penuh noda. Puasa Ramadhan menjadi sarana untuk menyucikan hati dari sifat-sifat tercela seperti iri, dengki, dan kesombongan.
  2. Tahalliyah. Setelah membersihkan hati, tahap berikutnya adalah tahalliyah, yaitu proses mengisi hati dengan amal kebaikan. Seperti bak mandi yang sudah bersih dan siap diisi air bersih, hati yang suci akan lebih mudah menerima kebaikan dan menjalankan amal shalih. Seseorang yang telah berhasil menjalani puasa dengan penuh keimanan akan lebih ringan melakukan kebaikan setelah Ramadhan.
  3. Tajalliyah. Tahap terakhir adalah tajalliyah, yakni manifestasi atau penampakan cahaya ilahi dalam kehidupan seseorang. Hati yang bersih dan penuh dengan kebaikan akan memancarkan ketenangan, kebahagiaan, dan keberkahan. Allah SWT akan memberikan pertolongan dalam setiap urusan hidupnya, serta memudahkan dalam membedakan antara yang benar dan yang salah.

Dua Hakikat Idulfitri

Secara hakiki, Idulfitri mengembalikan manusia kepada dua peran utamanya dalam kehidupan, yaitu:

  1. Sebagai Abdullah (Hamba Allah) Sebagai hamba Allah, manusia memiliki kewajiban untuk beribadah kepada-Nya dengan penuh keikhlasan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)Oleh karena itu, momentum Idulfitri harus menjadi titik tolak untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah, bukan hanya selama Ramadhan tetapi sepanjang hayat.
  2. Sebagai Khalifatullah fil Ardh (Pemimpin di Muka Bumi) Selain sebagai hamba, manusia juga diamanahkan sebagai khalifatullah fil ardh, yaitu pemimpin di muka bumi yang bertanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan mengelola alam semesta demi kesejahteraan umat manusia. Sebagai khalifah, manusia harus memiliki sifat-sifat mulia, memberikan keteladanan dalam kehidupan, serta menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.Allah SWT telah membekali manusia dengan akal, pikiran, perasaan, wahyu, dan hidayah sebagai pedoman dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah. Oleh karena itu, Idulfitri harus dimaknai sebagai momen untuk semakin memperkuat peran ini, dengan menjadikan bumi sebagai tempat yang penuh kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan.

Hakikat Idulfitri bukan hanya sekadar perayaan, melainkan sebuah refleksi dan komitmen untuk terus menjalankan peran sebagai abdullah dan khalifatullah fil ardh.

Setelah Ramadan berakhir, tugas utama kita adalah mempertahankan kesucian hati, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjalankan amanah sebagai pemimpin yang bertanggung jawab.

Dengan demikian, kita dapat menciptakan kehidupan dunia yang harmonis dan sejahtera serta meraih kebahagiaan abadi di akhirat sebagaimana doa yang selalu kita panjatkan:

“Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar.”

(Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.) (QS. Al-Baqarah: 201)

Semoga Idulfitri ini benar-benar membawa kita kembali kepada fitrah yang suci dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Aamiin. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *