Membuat Orang Lain Gembira

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Kemampuan untuk membuat orang lain bergembira adalah anugerah. Selain tampak sebagai orang baik, sopan beradab juga orang-orang pun akan senang berteman dengannya. Jaga semua orang di sekitar tetap senang dengan menunjukkan bahwa  peduli. Mulailah percakapan yang menyenangkan dengan cara mendengarkan lawan bicara. Puji pencapaiannya dan ingatlah semua detail mengenai dirinya agar ia merasa penting. Secara umum, pertahankanlah sikap positif dan selera humor yang baik. Perasaan-perasaan tersebut akan menular ke orang-orang di sekitar Anda.

Menjadikan orang lain gembira bisa dilakukan dengan hal sederhana seperti bersikap ramah, murah senyum, memberi pujian, meluangkan waktu berkualitas, mendengarkan secara penuh perhatian, membantu saat dibutuhkan. Tidak harus berupa materi, bisa dalam bentuk menolong saat kesulitan, serta memberikan kejutan kecil atau hadiah. Tindakan ini menciptakan hubungan positif, meringankan beban orang lain, dan juga membawa kebahagiaan serta pahala bagi pelakunya, sesuai ajaran agama.

Lebih baik lagi jika kita mampu menciptakan kebahagiaan orang lain, menjadi orang yang melegakan semua pihak.

عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمَا  قَالَ : إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ إِنَّ اَحَبَّ الْاَعْمَالِ اِلَى اللهِ بَعْدَ الْفَرَائِضِ إِدْخَالُ السُّرُوْرِ عَلَى الْمُسْلِمِ.

Hadis riwayat Ibnu Abbas RA, bahwa Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda “Sesungguhnya amal yang paling disukai Allah SWT setelah Wallahu a’lam bish-shawaab, Barakallah fiikum. Melaksanakan berbagai hal yang wajib adalah menggembirakan muslim yang lain.

Adapun cara membuat gembira bisa dengan tindakan yang bermacam-macam. Yang terpenting adalah selama tidak melanggar aturan syara’. Bisa dengan perkataan yang menyenangkan, bisa dengan sikap rendah hati, tidak merasa yang paling mulia sendiri, menghormati hak-hak orang lain dan sebagainya.

رُوِيَ، مَنْ اَدْخَلَ عَلَى مُؤْمِنٍ سُرُوْرًا، خَلَقَ اللهُ مِنْ ذَلِكَ السُرُوْرِ سَبْعِيْنَ اَلْفَ مَلَكٍ، يَسْتَغْفِرُوْنَ لَهُ اِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Dalam kitab Al ‘Athiyyatul Haniyyah dijelaskan “Barang siapa yang membahagiakan orang mukmin lain, Allah Ta’ala menciptakan 70.000 malaikat yang ditugaskan memintakan ampunan baginya sampai hari kiamat sebab ia telah membahagiakan orang lain.”

Bahkan dalam kitab Qomi’uth Thughyan diceritakan, Ada orang yang berlumur dosa, namun kemudian Allah melebur dosa-dosanya. Baginda Nabi bertanya kepada malaikat Jibril “sebab apa gerangan Allah mengampuni dosa-dosa orang itu?” malaikat Jibril menjawab:

“لَهُ صَبِيٌّ صَغِيْرٌ، فَاِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ يَسْتَقْبِلُهُ، فَيَدْفَعُ اِلَيْهِ شَيْئًا مِنَ الْمَأْكُ6وْلاَتِ اَوْ مَا يَفْرَحُ بِهِ، فَاِذَا فَرِحَ الصَّبِيُّ يَكُوْنُ كَفَّارَةً لِذُنُوْبِهِ.

Karena ia memiliki anak kecil, ketika pulang dari bepergian, saat ia masuk ke rumahnya, ia disambut putranya yang masih kecil, ia memberikan buah tangan yang membuat sang buah hati bahagia.

Kebahagiaan anak inilah yang mengakibatkan ia memperoleh “Kaffarotudz dzunub” dosa yang diampuni.

Sebisa mungkin kita berusaha menjadi orang yang dapat memberi manfaat kepada orang lain, membahagiakan orang lain, melegakan hati orang lain, menghormati hak-hak sesama, bila tidak bisa membahagiakan jangan mengecewakan. (*)

Tinggalkan Balasan

Search