Membuka Retret Kokam, Kapolri Sebut Muhammadiyah Sahabat Sejati

Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam acara Retret Kokam 2026. (dok polri)
www.majelistabligh.id -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri sekaligus membuka Retret Nasional Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Tahun 2026, yang digelar di Satuan Latihan (Satlat) Brimob, Cikeas, Bogor, Kamis (12/2/2026). Retret ini digelar selama tiga hari hingga 15 Februari 2026 dengan tema ‘Kokam Berdaya, Indonesia Jaya’.

Kedatangan Kapolri disambut parade kehormatan dan atraksi kesiapsiagaan dari peserta retret. Jenderal Sigit hadir didampingi sejumlah pejabat utama Polri, di antaranya Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, Dankor Brimob Polri Komjen Ramdhani Hidayat, serta Kadivhumas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolri dalam kegiatan tersebut.

“Kehadiran Bapak Kapolri merupakan kehormatan besar bagi keluarga besar Pemuda Muhammadiyah dan Kokam. Ini menunjukkan kuatnya komitmen kebangsaan dan sinergi antara organisasi kepemudaan dan institusi negara,” ujarnya.

Dzulfikar menegaskan bahwa Kokam tidak hanya dibentuk sebagai pasukan kesiapsiagaan dalam konteks kedisiplinan dan ketahanan fisik, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan kemanusiaan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi apresiasi tinggi atas peran Muhammadiyah yang selama ini membantu tugas-tugas kepolisian dan menjaga bangsa. (dok Polri)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi apresiasi tinggi atas peran Muhammadiyah yang selama ini membantu tugas-tugas kepolisian dan menjaga bangsa. (dok Polri)

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam arahannya menekankan pentingnya kolaborasi antara Polri dan organisasi kemasyarakatan, termasuk Kokam Muhammadiyah, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Sinergi antara Polri, Brimob, dan Kokam merupakan bagian penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Stabilitas kamtibmas bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa,” kata Sigit.

Kapolri juga menyebut Muhammadiyah sebagai mitra yang selama ini konsisten berkontribusi dalam berbagai agenda kebangsaan, mulai dari penanganan bencana, kegiatan sosial, hingga penguatan moderasi beragama.

“Muhammadiyah adalah sahabat sejati. Dalam berbagai situasi, termasuk saat menghadapi tantangan nasional, kita selalu berjalan bersama. Hubungan ini harus terus kita perkuat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jenderal Sigit menyoroti berbagai tantangan global yang dihadapi Indonesia ke depan, termasuk dinamika geoekonomi, disrupsi teknologi, serta ancaman disinformasi. Menurutnya, generasi muda harus memiliki ketangguhan mental, wawasan kebangsaan, dan kemampuan adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

“Dunia sedang berubah cepat. Kita menghadapi tantangan ekonomi global, perkembangan teknologi informasi yang luar biasa, serta ancaman misinformasi. Karena itu, generasi muda seperti Kokam harus menjadi kekuatan penyejuk dan pemersatu,” ujarnya.

Retret Nasional Kokam 2026 diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya berisi pembekalan fisik dan kedisiplinan, tetapi juga diskusi kebangsaan, penguatan ideologi, serta materi kepemimpinan dan manajemen krisis.

Retret Nasional Kokam 2026 menjadi simbol kolaborasi strategis antara negara dan elemen masyarakat sipil dalam menjaga stabilitas, persatuan, serta keberlanjutan pembangunan bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Search