Hidup di dunia ini hanyalah sementara, sebuah perjalanan singkat menuju kehidupan yang kekal di akhirat.
Karena itu, kita dituntut untuk melakukan transformasi diri secara sungguh-sungguh, agar terhindar dari siksa Allah yang sangat pedih dan menjadi bagian dari golongan orang-orang yang beruntung, baik di dunia maupun di akhirat.
Inilah tujuan paling mendasar dalam hidup setiap insan: menjadi hamba Allah yang taat, senantiasa memohon petunjuk dan rahmat-Nya setiap saat dan setiap waktu.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menciptakan manusia dengan sia-sia. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surat Adz-Dzariyat ayat 56:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Ayat ini menegaskan bahwa inti dari keberadaan kita di muka bumi adalah untuk beribadah, mengabdikan diri sepenuhnya kepada Allah.
Maka, apalah arti hidup ini jika tidak dijalani dalam bingkai penghambaan kepada-Nya? Apa arti keberhasilan duniawi, jika tidak disertai ketaatan yang tulus dan penuh kesadaran?
Dalam menempuh perjalanan panjang menuju akhirat, kita membutuhkan bekal. Namun bukan sembarang bekal. Allah telah memberikan petunjuk dalam firman-Nya:
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)
Mengapa takwa disebut sebagai sebaik-baik bekal? Karena takwa bukan hanya menunjukkan kualitas hubungan seseorang dengan Allah, tetapi juga tercermin dalam perilaku dan amal nyata.
Orang yang bertakwa akan senantiasa berusaha bersikap jujur, amanah, sabar, dan berbuat baik kepada sesama. Ia sadar bahwa setiap tindakannya diawasi dan akan dimintai pertanggungjawaban.
Takwa membawa dampak luar biasa dalam kehidupan seorang mukmin. Allah memberikan jaminan bagi orang-orang yang bertakwa, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Thalaq: 2-3)
“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.” (QS. At-Thalaq: 4)
Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa takwa tidak hanya membawa kebaikan di akhirat, tetapi juga memberi solusi dan kemudahan dalam urusan dunia. Ia menjadi pelita yang menuntun langkah kita dalam menghadapi segala persoalan hidup.
Oleh karena itu, marilah kita mempersiapkan bekal terbaik untuk menghadap Allah di hari akhir nanti. Takwa bukan hanya akan menjadi penyelamat, tetapi juga akan menjadi teman setia dalam perjalanan menuju surga yang penuh kenikmatan.
Jadikanlah takwa sebagai landasan hidup, sebagai arah kompas yang menuntun setiap langkah kita. Karena kelak, saat jasad kita kembali menjadi tanah, hanya amal dan ketakwaan yang akan tinggal dan menemani kita menuju kehidupan abadi. (*)
