Menag Ajak Petugas Haji Jadi “Manusia Langit” dalam Penguatan Rohani di Makkah

www.majelistabligh.id -

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, memberikan pembinaan spiritual kepada para petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Acara ini digelar di Aula Kantor Kerja Daerah (Kadaker) Makkah pada Selasa (29/4) pukul 14.00 Waktu Arab Saudi.

Dalam arahannya, Menag menekankan bahwa menjadi petugas haji bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi merupakan amanah suci sebagai pelayan tamu-tamu Allah di Tanah Suci.

“Saya merasa kurang pas menyebut kalian sebagai ‘petugas’. Sesungguhnya, kita semua adalah pelayan tamu Allah. Bahkan Raja Salman menyebut dirinya sebagai pelayan dua tanah haram,” ujar Menag.

Ia menegaskan bahwa keberangkatan para petugas ke Tanah Suci adalah ketetapan Allah SWT. Karena itu, ia mengajak seluruh petugas untuk memperbanyak dzikir, meningkatkan ibadah, dan menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan.

“Tugas ini adalah ladang untuk menjadi ‘manusia langit’. Bersihkan jiwa dari dosa-dosa masa lalu melalui tobat. Tanpa tobat, keikhlasan akan terhambat oleh beban kesalahan,” lanjutnya.

Lima Pesan Utama untuk Petugas Haji

Prof. Nasaruddin menyampaikan lima poin penting sebagai pedoman spiritual dan profesional bagi seluruh petugas PPIH:

  1. Ramah dalam Pelayanan
    “Senyumlah kepada siapa pun, bahkan jika mendapat respon yang kurang menyenangkan. Setiap wajah yang kita hadapi adalah ciptaan Allah. Ambil pelajaran dari kesabaran Allah terhadap Iblis.”

  2. Ikhlas Tanpa Pamrih
    “Jangan memamerkan kebaikan. Amal yang diiringi pamer hanya akan mendapat ganjaran duniawi, bukan akhirat.”

  3. Bangun Kerja Tim yang Solid
    “Singkirkan ego pribadi. Tugas haji adalah kerja kolektif, bukan panggung individu.”

  4. Perbanyak Doa di Tanah Suci
    “Doakan orang tua, guru, dan seluruh pihak yang telah berjasa. Haji adalah peristiwa agung, dengan atau tanpa status ‘haji akbar’.”

  5. Profesionalisme dan Manajemen Tugas
    “Laksanakan tugas dengan disiplin, efisien, dan jangan menunda. Jangan pula terlalu berlebihan hingga melupakan tugas pokok.”

Menutup arahannya, Menag menekankan pentingnya membentuk pribadi yang saleh karena kesalehan akan membuahkan disiplin secara otomatis.

“Kesalehan lebih penting daripada sekadar disiplin. Orang yang saleh akan tumbuh sebagai pribadi yang bertanggung jawab dan mendapatkan bimbingan dari Allah SWT,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual petugas haji Indonesia agar mereka siap lahir batin dalam menjalankan amanah pelayanan kepada jemaah haji di Tanah Suci. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search