Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, kolaborasi antara tokoh agama, pemerintah, dan dunia usaha sangat penting dalam memperkuat ketahanan bangsa di tengah dinamika global.
“Kolaborasi ini sangat penting. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat memperkuat ketahanan sosial sekaligus mendorong kemajuan ekonomi bangsa,” kata Nasaruddin Umar, dalam silaturahmi yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia) di Masjid Istiqlal, Jumat (13/3/2026).
Menurut Menag, pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat, termasuk dunia usaha yang memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan perekonomian nasional. Nilai-nilai keagamaan memiliki peran penting dalam membangun etika dan integritas dalam kehidupan ekonomi.
“Ekonomi yang kuat harus disertai dengan nilai moral dan spiritual yang kokoh. Ketika dunia usaha berjalan bersama nilai-nilai etika dan spiritualitas, maka pembangunan ekonomi tidak hanya menghasilkan pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan keberkahan bagi masyarakat,” jelasnya.
Menag juga menekankan bahwa agama dapat menjadi sumber energi moral yang mendorong optimisme dan solidaritas sosial dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Nilai-nilai agama mengajarkan kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Prinsip-prinsip inilah yang penting untuk terus dijaga agar pembangunan ekonomi berjalan secara berkeadilan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menag turut mengapresiasi inisiatif dunia usaha yang terus menjaga ruang silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kebersamaan seperti ini sangat penting untuk terus dirawat. Melalui silaturahmi dan dialog yang konstruktif, kita dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan pelaku usaha demi kemajuan bangsa,” kata Menag.
Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Novyan Bakrie, jajaran pengurus Kadin, perwakilan pemerintah, serta para pelaku usaha dari berbagai daerah. (*/tim)
