Menag Nasaruddin Sarankan Jemaah Furoda Gunakan Antre Haji Khusus

www.majelistabligh.id -

Puluhan calon jemaah haji dari Indonesia yang menggunakan jalur furoda tahun ini harus menerima kenyataan pahit: visa mereka tidak keluar. Padahal, biaya yang mereka bayarkan untuk berhaji lewat jalur undangan Kerajaan Arab Saudi itu tidak sedikit.

Untuk itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar  Nasaruddin menyarankan agar calon jemaah yang berencana berhaji sebaiknya mengambil jalur haji khusus. Menag menegaskan bahwa kegagalan tersebut bukan karena kelalaian pemerintah Indonesia, melainkan karena sistem yang sepenuhnya dikendalikan oleh otoritas Saudi.

“Kalau komputer haji dari Saudi sudah tutup, maka tidak bisa dibuka lagi kecuali dari otoritas yang sangat tinggi,” jelas Nasaruddin saat konferensi pers di Kantor Urusan Haji, Makkah, Rabu (4/6).

Menurutnya, pengurusan visa furoda sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan penyelenggara dalam mengakses sistem visa mujamalah. Jika dilakukan terlambat atau bahkan di menit-menit terakhir, maka hampir mustahil bisa masuk sistem.

“Banyak sekali teman-teman kita itu terlambat. Sudah close. Dan yang bisa membuka itu hanya otoritas yang sangat tinggi,” tegasnya.

Soal pengembalian dana jemaah furoda yang gagal berangkat, Nasaruddin menyatakan bahwa itu berada di ranah penyelenggara perjalanan haji. Baik penyelenggara yang berbasis di dalam negeri maupun mitra di Arab Saudi.

“Dunia ini kan sangat global, transaksi internasional bisa begitu gampang. Jadi mohon maaf bukan berarti tidak care terhadap mereka,” ucapnya.

Sejak awal, kata Nasaruddin, pemerintah sudah mengingatkan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini berbeda. Ada setidaknya enam regulasi baru dari Kerajaan Arab Saudi yang dikeluarkan untuk menertibkan seluruh rangkaian ibadah. Ini berlaku untuk semua jemaah, termasuk furoda.

Menyikapi hal ini, Nasaruddin menyarankan agar calon jemaah yang berencana berhaji sebaiknya mengambil jalur haji khusus.

“Kalau memang akan ada yang melakukan haji furoda cepatnya bergabung dengan jemaah haji khusus. Dari situlah mereka bisa baku atur,” ujarnya.

Pemerintah berharap agar ke depan masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih jalur keberangkatan haji, khususnya furoda, yang statusnya sangat tergantung pada undangan dan sistem internal Saudi.

“Ini pelajaran bagi kita semua. Jangan spekulatif soal ibadah,” pungkasnya. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search