Suasana haru dan syukur mengiringi pelepasan kepulangan jemaah haji kloter LOP 2 Mataram di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Arab Saudi, Kamis (12/6/2025). Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. KH. Nasaruddin Umar, hadir langsung untuk melepas para tamu Allah yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan lancar dan tertib.
“Alhamdulillah, kita bersyukur karena sampai hari ini seluruh prosesi ibadah haji berjalan sangat normal dan lancar. Para jemaah kita dalam kondisi sehat dan penuh rasa syukur,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam sambutannya.
Tidak Ada Anomali Penyelenggaraan Haji, Semua Terkendali
Menteri Nasaruddin sekaligus membantah rumor-rumor yang sempat mencuat di Tanah Air terkait peristiwa besar di Tanah Suci. Ia menegaskan bahwa tidak terjadi hal-hal luar biasa sebagaimana yang sempat ramai di media sosial.
“Alhamdulillah, tidak ada kiamat di Makkah maupun di Madinah. Semua jemaah dalam keadaan baik dan bisa beribadah dengan khusyuk. Kita harus bijak dalam menyikapi informasi yang beredar,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mengimbau kepada seluruh insan pers untuk menyampaikan kabar dari Tanah Suci secara objektif dan seimbang. Ia meminta agar media tidak menutup-nutupi fakta, namun juga tidak memperbesar persoalan yang sebenarnya tidak ada.
“Saya minta kepada rekan-rekan media, jangan menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Tanyakan langsung kepada jemaah. Jika memang tidak ada masalah, katakan tidak ada. Jika ada, sampaikan dengan proporsional,” pesannya.
Sebelum kepulangan, Menag Nasaruddin menyempatkan diri berdialog langsung dengan para jemaah. Dengan penuh empati, ia menanyakan kondisi mereka.
“Sudah makan, Pak?” tanya Menag.
“Alhamdulillah, sudah,” jawab Mohammad Rami, seorang jemaah.
“Apa yang dirasakan? Ada masalah?”
“Alhamdulillah, lancar semua, Pak Menteri. Tidak ada masalah sama sekali,” sahut Rami disambut senyum haru dari rombongan.
Di akhir pertemuan, Menag kembali menekankan pentingnya menjaga kejujuran dalam menyampaikan informasi. Baginya, haji bukan sekadar ritual, tapi pengalaman spiritual yang harus dikawal dengan keikhlasan dan ketenangan informasi.
“Mari kita jujur melihat kenyataan. Jangan membuat resah umat. Jemaah merasa nyaman dan semua berjalan sesuai harapan. Ini bukti bahwa Allah memudahkan segala urusan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh,” pungkasnya. (afifun nidlom)
