Suasana haru dan semangat menyatu dalam kegiatan panen raya kacang tanah yang digelar di atas lahan 2.500 meter persegi di wilayah Baduy, Banten, pada Ahad (15/6/2025).
Panen ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mualaf yang digagas oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK)Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dengan dukungan penuh dari Lazismu PP Muhammadiyah.
Dipimpin oleh Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchamad Arifin, panen raya ini menjadi simbol nyata dari dakwah bil hal, pendekatan dakwah yang bukan hanya menyampaikan ajaran, tetapi juga menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan LDK PP Muhammadiyah, di antaranya Wakil Ketua Agus Trisundani, Sekretaris Suhardin, Wakil Sekretaris Tohorin Sumiharja, Bendahara Mufid Habib Musthofa, dan Wakil Bendahara Kamarul Zaman.
“Ini bukan sekadar panen hasil tani, tapi juga panen keberkahan dari kerja kolektif, semangat, dan iman yang tumbuh di tengah komunitas mualaf,” ujar Arifin penuh haru.
Program ini ditujukan bagi para mualaf dari Suku Baduy, yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Mereka mendapat pendampingan intensif, mulai dari persiapan tanam hingga masa panen.
Para dai yang bertugas di sana hadir bukan hanya di masjid atau mimbar, tapi juga mendampingi langsung kegiatan pertanian di lapangan.
Keceriaan terpancar dari wajah para mualaf saat menyaksikan hasil jerih payah mereka. Bagi mereka, panen ini bukan hanya keuntungan secara ekonomi, tapi juga menjadi simbol hadirnya harapan baru sebagai bagian dari umat Islam yang berdaya.
Arifin menegaskan, dakwah tidak boleh berhenti di ceramah semata. “Kita ingin dakwah yang menyentuh langsung aspek kehidupan: ekonomi, pendidikan, dan pemberdayaan potensi umat.”
Panen ini juga menandai dimulainya model pertanian berkelanjutan yang akan dikembangkan lebih luas di wilayah Baduy. Muhammadiyah berkomitmen untuk memperluas model ini ke berbagai daerah tertinggal dan komunitas mualaf lainnya di tanah air.
“Kami yakin, saat umat diberdayakan, maka ketahanan spiritual dan sosial mereka akan semakin kokoh. Inilah semangat dakwah Muhammadiyah: membumi, menyentuh akar rumput, dan menyalakan harapan,” pungkas Arifin. (*/wh)
