Meneladani Isra Mikraj

*) Oleh : Ferry Is Mirza
jurnalis senior dan aktivis Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Peristiwa Isra Mikraj terjadi pada malam 27 Rajab, tahun ke-10 atau ke-12 kenabian, sebagai mukjizat yang diabadikan dalam Al-Qur’an (Surat Al-Isra dan An-Najm).

Kisah Isra Mikraj adalah perjalanan malam luar biasa Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsa (Palestina) (Isra), lalu naik ke langit tertinggi hingga Sidratul Muntaha (Mikraj), di mana beliau menerima perintah shalat lima waktu langsung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagai penghiburan setelah tahun kesedihan (wafatnya Khadijah dan Abu Thalib).

Peristiwa Mikraj ini Rasulallah naik Buraq, bertemu para nabi di setiap lapisan langit, dan menjadi mukjizat kebesaran Allah, menegaskan keistimewaan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam.

Awal kisahnya, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam didatangi Malaikat Jibril, dibelah dadanya, dibersihkan, dan dipersiapkan untuk perjalanan suci ini. Beliau dari Masjidil Harram menaiki Buraq, hewan putih yang sangat cepat, menuju Masjidil Aqsa.

Isra (Perjalanan Malam)

Tiba di Masjidil Aqsa, Nabi memimpin shalat bersama para nabi terdahulu. Dari sini, perjalanan dilanjutkan dengan naik ke langit (Mikraj). Beliau melewati tujuh lapisan langit, bertemu para nabi seperti Adam, Yusuf, Musa, dan Ibrahim, di setiap lapisannya. Mencapai Sidratul Muntaha, batas akhir, dan bertemu langsung dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Penerimaan Perintah Shalat:

Di Sidratul Muntaha, Nabi menerima perintah salat lima waktu sehari semalam untuk umatnya. Salat adalah ibadah utama dan tiang agama yang diterima Rasulallah langsung dari Allah Wa Ta’ala.

Mengilustrasikan kebesaran Allah yang Mahakuasa atas segala ciptaan. Perjalanan spiritual Isra Mikraj mengajarkan umat Islam untuk mikraj (mendekat) kepada Allah Wa Ta’ala setiap salat.

Kaitan peristiwa Isra Mi’raj dengan perintah salat lima waktu adalah sesuatu yang sudah luas diketahui oleh umat Islam. Sering disampaikan di acara peringatan Isra’ Mi’raj di masjid-masjid. Tapi tahukah kita bahwa peristiwa Isra Mikraj juga ada kaitannya dengan isyarat kepemimpinan umat Islam?

Dalam hadits riwayat Muslim, tatkala Mikraj, Nabi Shalallahu Alaihi  Wasallam disodorkan oleh Jibril dua gelas minuman, satu berisi khamr dan satunya lagi susu. Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam mengambil susu dan meminumnya. Jibril berkata, “segala puji bagi Allah yang telah menunjukimu kepada fitrah“.

Menurut Dr Rawas Qal’ahji, penulis Sirah, peristiwa ini menjadi isyarat bahwa tidak lama setelah itu Rasulallah Shalallahu Alaihi Wasallam akan menerapkan sistem yang sesuai dengan fitrah, yaitu sistem Islam, dalam negara Islam yang tegak di Madinah.

Dalam riwayat Muslim pula, sepulangnya Rasulallah Shalallahu Alaihi Wasallam dari Mikraj, beliau bertemu denga para nabi di masjidil Aqsha, termasuk di antaranya Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Ibrahim.

Tidak hanya itu, Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasllam bahkan memimpin shalat berjamaah para nabi, di masjid yang dalam sejarah merupakan lokasi yang menjadi poros kegiatan nabi-nabi bani Israil.

Hal ini, kata Dr Qal’ahji, mengisyaratkan bahwa kepemimpinan dunia akan beralih dari bani Israil, yang notabene kaum yang dipimpin oleh para nabi itu, ke Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam dan umat beliau, diwujudkan dengan tegaknya Negara Islam Madinah tidak lama setelah itu dan institusi Khilafah sebagai pelanjutnya, dimulai dari era para Khulafa Rasyidin.

In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah. (fimdalimunthe55@gmail.com)

Tinggalkan Balasan

Search