*)Oleh: Nurkhan
Kepala MI Muhammadiyah 2 Campurejo Panceng Gresik
Hidup adalah rangkaian perubahan. Setiap hari, setiap detik, Allah menciptakan sesuatu yang baru. Dalam kehidupan ini, tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri. Setiap detik, Allah SAW menciptakan pergerakan, pergantian, dan pembaruan sebagai tanda kebesaran-Nya. Firman Allah SWT dalam Surah Ar-Rahman:
كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ
“Setiap waktu, Dia (Allah) selalu dalam kesibukan.” (QS. Ar-Rahman: 29)
Perubahan bisa datang dalam berbagai bentuk: ujian, kesempatan, atau bahkan kejutan tak terduga. Ada yang menyambutnya dengan kegelisahan, ada pula yang memandangnya sebagai pintu hikmah. Sebagai muslim, bagaimana seharusnya kita menyikapi perubahan?
Rasulullah SAW telah memberikan teladan terbaik. Ketika hijrah dari Mekkah ke Madinah, beliau tidak hanya berpindah tempat, tetapi membangun peradaban baru. Ketika menghadapi kesulitan, beliau bersabar; ketika diberi kemudahan, beliau bersyukur. Inilah sikap seorang mukmin sejati.
Perubahan juga sunnatullah. Namun, seringkali kita merasa tidak nyaman dengan hal-hal baru. Kita lebih nyaman dengan kebiasaan lama, zona nyaman yang sudah kita kenal. Padahal, perubahan bisa menjadi ujian sekaligus peluang untuk tumbuh.
1. Perubahan Adalah Ujian Keimanan
Allah menguji hamba-Nya dengan berbagai keadaan. Terkadang, Dia memberi kita kemudahan, di waktu lain, kesulitan. Semua itu untuk menguji sejauh mana keimanan dan kesabaran kita.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)
Ketika menghadapi perubahan, tanyakan pada diri. Apakah ini membuatku lebih dekat kepada Allah? Apakah aku bersabar atau justru mengeluh?
2. Setiap Perubahan Membawa Hikmah
Rasulullah SAW bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik, dan itu tidak terjadi kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika tertimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu baik baginya.” (HR. Muslim)
Mungkin saat ini kita menghadapi sesuatu yang baru: pekerjaan baru, lingkungan baru, tantangan baru. Percayalah, di balik itu semua ada hikmah yang Allah sembunyikan untuk kebaikan kita.
3. Jadilah Pribadi yang Adaptif dan Positif
Seorang mukmin tidak boleh stagnan. Ilmu, amal, dan kebaikan harus terus diperbarui. Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya.
مَنِ اسْتَوَى يَوْمَاهُ فَهُوَ مَغْبُونٌ
“Barangsiapa yang hari ini sama dengan kemarin, maka ia merugi.” (HR. Al-Baihaqi)
Mari kita jadikan setiap perubahan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketaqwaan, berkontribusi lebih besar bagi umat.
Hidup ini dinamis. Jangan takut dengan perubahan selama kita berpegang pada iman dan tawakkal kepada Allah. Ingatlah bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar dan terus berusaha.
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq: 2-3)
Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk menghadapi setiap perubahan dengan hati yang tenang, pikiran yang jernih, dan iman yang kokoh.
(*) والله أعلم بالصواب، وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
