Menentukan Awal Hari: Muhammadiyah Gagas Konsep Baru dalam Kalender Hijriah Global

www.majelistabligh.id -

Tantangan Praktis KHGT: Kapan Salat Tarawih?

Dalam konsep KHGT, awal hari ditetapkan pada tengah malam (jam 00.00) secara global. Arwin memberikan contoh: jika hilal terlihat di Los Angeles, di Indonesia bagian timur (misalnya Papua) waktu setempat sudah pukul 10.00 pagi. Ini berarti awal hari (dan puasa) di Indonesia dimulai pada jam 00.00 hari sebelumnya.

Pertanyaan krusial yang muncul adalah kapan salat tarawih dilaksanakan. Arwin mengusulkan tiga opsi:

Pertama, konsisten dengan tengah malam. Salat tarawih dilakukan setelah jam 00.00, sejalan dengan awal hari KHGT.

Kedua, setelah salat isya. Tarawih tetap dilakukan setelah salat Isya sebelum tengah malam, merujuk pandangan Jamaluddin Abdur Razzaq bahwa waktu ibadah tidak terikat langsung pada konsep hari.

Ketiga, fleksibel untuk hari pertama. Pada malam pertama, umat dapat memilih opsi pertama atau kedua, kemudian untuk hari-hari berikutnya melaksanakan tarawih setelah Isya seperti biasa.

Arwin menegaskan bahwa konsep awal hari dalam KHGT memerlukan kajian lebih lanjut, terutama untuk memperkuat literatur fikih dan menyederhanakan penjelasan agar diterima luas.

“Saya berharap ada opsi keempat atau kelima dari diskusi ini. Ini pertanyaan penting karena akan kita praktikkan pasca-peluncuran KHGT,” ujar Arwin, mengundang masukan dari peserta halaqah.

Respons Kritik Terkait Konsep KHGT

Arwin Juli Rakhmadi Butar-butar jua memaparkan tanggapan komprehensif terhadap 33 catatan kritis mengenai konsep KHGT).

Arwin menguraikan sejumlah isu krusial, mulai dari otoritas penetapan kalender hingga verifikasi teknis, sebagai bagian dari upaya Muhammadiyah memperkuat implementasi KHGT yang akan diterapkan pada 1447 H.

Salah satu kritik utama adalah perlunya otoritas resmi dalam penetapan kalender global, merujuk pada praktik di masa Khalifah Umar bin Khattab yang menginisiasi penomoran kalender Hijriah. Namun, Arwin menolak keharusan otoritas tersebut.

“Saya tidak setuju dengan otoritas dalam konsep kalender global karena sulit menentukan siapa yang paling otoritatif di dunia saat ini,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Search