Menerima kunjungan Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir sampaikan pesan persatuan Indonesia menghadapi geopolitik. Khususnya untuk kemerdekaan Palestina hingga membangun generasi bangsa unggul.
Pesan itu disampaikan Haedar Nashir pada Ahad malam (5/4/2026) saat Ketua MPR RI, Ahmad Muzani melakukan silaturahmi syawalan ke rumah Haedar Nashir di Peleman, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul.
Dalam pertemuan santai yang berlangsung kurang lebih dua jam itu Haedar bersama istri sekaligus Anggota PP ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, menyampaikan beberapa progres pembangunan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Di antaranya AUM bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi yang sedang digarap oleh Muhammadiyah. Berbagai layanan yang diberikan Muhammadiyah ini memiliki ketersambungan akar dengan gerakan Al Ma’un oleh Kiai Dahlan, serta emansipasi otentik dari Nyai Siti Walidah yang terinspirasi Al Qur’an.
Dukung Kemerdekaan Palestina
Haedar Nashir menjelaskan, situasi geopolitik saat ini memang sedang guncang dan arahnya tak menentu. Maka persatuan Indonesia menurutnya menjadi modal untuk menghadapinya. Dirinya juga percaya, tampuk kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berjalan di atas konstitusi.
“Kami percaya bahwa Presiden Prabowo dengan semangat konstitusional dan menjaga kedaulatan Indonesia akan membawa Indonesia pada prinsip-prinsip kemerdekaan, keadilan, dan keadaban atau kemanusiaan yang beradab di dalam membawa orientasi politik global, termasuk membela Palestina,” katanya.
Selain itu, perbincangan juga mengarah pada fokus membangun generasi Indonesia Emas 2045. Lini dakwah AUM baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi mengarah pada usaha membangun Indonesia Emas 2045, bahkan lebih jauh dari itu.
“Muhammadiyah concern tetap di situ, ditambah dengan kekuatan dan membangun ekonomi,” katanya.
Haedar juga mengapresiasi Ahmad Muzani sebagai elit negeri, namun tetap melakukan kunjungan ke rakyat. Haedar juga menyampaikan salam dari para tetangga termasuk RT, takmir masjid, dan Ranting Muhammadiyah di lingkungannya untuk pak Muzani.
“Mereka apresiasi sekali bahwa para elit di negeri ini seperti disampaikan oleh Pak Muzani dan dicontohkan, itu memang memerlukan keteladanan dan kehadiran para tokohnya untuk membersamai rakyat,” ungkap Haedar.
Setelah obrolan ringan, Ahmad Muzani kemudian diajak mengunjungi Kantor Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tamantirto Utara, dan dilanjutkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ‘Aisyiyah 1.
“Kami punya prinsip kemandirian itu membangun dan memobilisasi seluruh potensi yang kita miliki lewat pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan pemberdayaan masyarakat untuk terus bekerja sama dengan semua pihak, dengan pemerintah dari pusat sampai bawah, dengan kekuatan lain. Tadi MBG sudah punya 261 unit, 25 di antaranya ‘Aisyiyah,” tutur Haedar.
Pada kesempatan ini, Ahmad Muzani juga menyampaikan salam hormat dari Presiden Prabowo Subianto ke keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah. (*/tim)
