*)Oleh: Muhammad Nashihudin MSI
Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur
Trinitas!
Istilah ini merujuk pada konsep dalam agama Kristen yang menggambarkan Tuhan sebagai satu kesatuan yang terdiri dari tiga pribadi yang berbeda, yaitu Bapa, Putra (Yesus Kristus), dan Roh Kudus.
Definisi Trinitas
Trinitas adalah konsep yang kompleks dan abstrak yang menggambarkan Tuhan sebagai satu kesatuan yang terdiri dari tiga pribadi yang berbeda. Konsep ini berdasarkan pada ajaran Alkitab dan telah dikembangkan oleh gereja-gereja Kristen sepanjang sejarah. Ini adalah konsep yang keliru.
Aspek Trinitas
1. Bapa: Bapa adalah pribadi pertama dalam Trinitas, yang sering digambarkan sebagai pencipta dan penguasa alam semesta.
2. Putra (Yesus Kristus): Putra adalah pribadi kedua dalam Trinitas, yang sering digambarkan sebagai juruselamat dan penebus dosa manusia.
3. Roh Kudus: Roh Kudus adalah pribadi ketiga dalam Trinitas, yang sering digambarkan sebagai penghibur dan pemberi kekuatan bagi orang percaya.
Pentingnya Trinitas
1. Menggambarkan Sifat Tuhan: Trinitas menggambarkan sifat Tuhan yang kompleks dan multifaset, serta menunjukkan bahwa Tuhan tidak hanya satu pribadi, tetapi juga memiliki tiga pribadi yang berbeda.
2. Mendasari Ajaran Kristen: Trinitas merupakan dasar bagi ajaran Kristen tentang keselamatan dan hubungan antara Tuhan dan manusia.
Pelajaran yang Dapat Diambil
1. Pentingnya Memahami Sifat Tuhan: Trinitas menekankan pentingnya memahami sifat Tuhan yang kompleks dan multifaset.
2. Pentingnya Menghormati Misteri: Trinitas juga menekankan pentingnya menghormati misteri Tuhan dan tidak mencoba untuk memahami-Nya secara sepenuhnya.
Dengan memahami konsep Trinitas, kita dapat meningkatkan kesadaran kita tentang sifat Tuhan yang kompleks dan multifaset, serta memahami dasar bagi ajaran Kristen tentang keselamatan dan hubungan antara Tuhan dan manusia.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَـقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَا جْتَنِبُوا الطَّا غُوْتَ ۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ هَدَى اللّٰهُ وَمِنْهُمْ مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلٰلَةُ ۗ فَسِيْرُوْا فِى الْاَ رْضِ فَا نْظُرُوْا كَيْفَ كَا نَ عَا قِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ
“Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang Rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah, dan jauhilah Tagut”, kemudian di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang tetap dalam kesesatan. Maka berjalanlah kamu di Bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 36)
Karena ada campur tangan manusia dalam kitab injil, akhirnya banyak terjadi penyelewengan pada agama yang dibawa nabi Isa As.
Nabi Isa As adalah sebagai seorang Nabi dan Rasul bukan Tuhan atau anak Tuhan.
1. Faham trinitas keluar dari Ajaran para Nabi
لَـقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَا لُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ ثَا لِثُ ثَلٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّاۤ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ ۗ وَاِ نْ لَّمْ يَنْتَهُوْا عَمَّا يَقُوْلُوْنَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ
“Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 73)
اَفَلَا يَتُوْبُوْنَ اِلَى اللّٰهِ وَيَسْتَغْفِرُوْنَهٗ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 74)
2. Pernyataan resmi Nabi Isa As tentang ketuhanan
وَاِ ذْ قَا لَ اللّٰهُ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ ءَاَنْتَ قُلْتَ لِلنَّا سِ اتَّخِذُوْنِيْ وَاُ مِّيَ اِلٰهَيْنِ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ قَا لَ سُبْحٰنَكَ مَا يَكُوْنُ لِيْۤ اَنْ اَقُوْلَ مَا لَـيْسَ لِيْ بِحَقٍّ ۗ اِنْ كُنْتُ قُلْتُهٗ فَقَدْ عَلِمْتَهٗ ۗ تَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ وَلَاۤ اَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِكَ ۗ اِنَّكَ اَنْتَ عَلَّا مُ الْغُيُوْبِ
“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai ‘Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua Tuhan selain Allah?” (‘Isa) menjawab, “Maha Suci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 116)
3. Ajaran yang dibawa nabi Isa As. Adalah tauhid
مَا قُلْتُ لَهُمْ اِلَّا مَاۤ اَمَرْتَنِيْ بِهٖۤ اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًا مَّا دُمْتُ فِيْهِمْ ۚ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِيْ كُنْتَ اَنْتَ الرَّقِيْبَ عَلَيْهِمْ ۗ وَاَ نْتَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ
“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (yaitu), “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu,” dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau mengangkatku ke langit, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkaulah Yang Maha Menyaksikan segala sesuatu.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 117)
4.Kajian Tafsir ibnu Katsir
An-Nisa, ayat 171
Tentang Nabi Isa yang membawa ajaran Tauhid.
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا (171)
Wahai Ahli Kitab, janganlah kalian melampaui batas dalam agama kalian, dan janganlah kalian mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kalian kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kalian mengatakan, “(Tuhan itu) tiga,” berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagi kalian. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah untuk menjadi Pemelihara.
