Mengapa Al Qur’an Disebut As-Syifa?

*) Oleh : Suharto Fauzan
Simpatisan Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Al-Qur’an disebut juga sebagai As-Syifa (Arab: الشفاء) yang berarti “obat” atau “penyembuh”. Penamaan ini bukan sekadar julukan dari manusia, melainkan ditegaskan langsung oleh Allah Swt di dalam beberapa ayat Al-Qur’an.

Berikut adalah alasan utama mengapa Al-Qur’an disebut sebagai As-Syifa:

Penyembuh Penyakit Hati (Spiritual)

Al-Qur’an diturunkan terutama untuk menyembuhkan penyakit-penyakit batin atau psikologis yang sering dialami manusia, seperti:

Kekufuran dan Keraguan: Menghilangkan kebingungan akan tujuan hidup dengan memberikan petunjuk yang meyakinkan.

Penyakit Akhlak: Seperti sombong, iri dengki, kikir, dan amarah.

Keresahan Jiwa: Memberikan ketenangan (sakinah) bagi hati yang gelisah melalui zikir dan tadabbur.

Penyembuh Penyakit Fisik

Selain rohani, para ulama dan sahabat Nabi telah membuktikan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an dapat menjadi wasilah (perantara) kesembuhan fisik melalui metode Ruqyah Syar’iyyah. Contohnya adalah kisah sahabat yang menyembuhkan orang yang terkena sengatan hewan berbisa hanya dengan membacakan Surat Al-Fatihah.

Dalil dalam Al-Qur’an

Ada beberapa ayat yang secara eksplisit menyebutkan sifat penyembuh ini, di antaranya:

  1. Yunus: 57: “Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.”
  2. Al-Isra: 82: “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar (syifa) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman…”
  3. Fussilat: 44: “…Katakanlah, ‘Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang mukmin…'”

Perbedaan Syifa dan Dawa’

Dalam bahasa Arab, obat biasanya disebut Dawa’. Namun, Al-Qur’an menggunakan kata Syifa. Para ahli tafsir menjelaskan bahwa Dawa’ adalah alat untuk mengobati yang belum tentu menjamin kesembuhan, sedangkan Syifa berarti kesembuhan itu sendiri. Ini menunjukkan kemanjuran Al-Qur’an sebagai solusi pasti bagi mereka yang meyakininya.

Berikut beberapa ayat dan surat dalam Al-Qur’an yang secara khusus sering digunakan sebagai sarana perlindungan diri, ketenangan jiwa, dan permohonan kesembuhan (Ruqyah):

  1. Surat Al-Fatihah (Pembuka)

Disebut juga sebagai As-Sab’ul Matsani dan sering dijuluki Surat Ruqyah. Para sahabat Nabi pernah membacakan surat ini untuk menyembuhkan orang yang terkena sengatan kalajengking. Al-Fatihah mengandung pujian dan permohonan pertolongan yang sangat kuat kepada Allah.

  1. Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah: 255)

Ayat ini adalah ayat yang paling agung dalam Al-Qur’an.

Fungsinya: Memberikan perlindungan dari gangguan setan dan jin, serta memberikan rasa aman.

Kapan dibaca: Sangat dianjurkan dibaca setelah shalat fardu, sebelum tidur, serta pada waktu pagi dan petang.

  1. Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas)

Dua surat terakhir dalam Al-Qur’an ini diturunkan khusus sebagai sarana perlindungan.

Al-Falaq: Melindungi dari kejahatan makhluk, kegelapan malam, sihir (tukang sihir), dan orang yang dengki.

An-Naas: Melindungi dari bisikan setan maupun gangguan manusia yang merusak hati.

Tips: Rasulullah SAW biasa meniupkan bacaan surat ini ke telapak tangan lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh sebelum tidur.

  1. Surat Al-Ikhlas

Meskipun pendek, surat ini setara dengan sepertiga Al-Qur’an karena fokus pada kemurnian tauhid. Memperkuat tauhid adalah dasar utama kesembuhan batin karena menanamkan keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu memberi manfaat dan mudarat.

  1. Akhir Surat Al-Baqarah (Ayat 285-286)

Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah pada malam hari, maka itu akan mencukupinya (melindunginya dari segala keburukan).

Cara Mengamalkannya secara Mandiri

Jika ingin menggunakannya sebagai sarana penyembuhan atau perlindungan diri, berikut langkah yang sesuai tuntunan:

Ikhlas dan Yakin: Yakini bahwa kesembuhan datang dari Allah, dan Al-Qur’an adalah perantaranya.

Dalam Keadaan Suci: Sebaiknya dalam keadaan berwudhu.

Membaca dengan Tartil: Baca ayat-ayat di atas dengan tenang dan penuh penghayatan.

Metode Tiupan: Setelah membaca, bisa ditiupkan ringan ke telapak tangan lalu diusap ke bagian tubuh yang sakit, atau ditiupkan ke air untuk diminum.

Semoga artikel ini menambah khazanah keilmuan kita tentang Al Qur’an. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search