Mengapa Allah Memberikan Kekayaan kepada Orang-Orang Yahudi?

www.majelistabligh.id -

*) Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri

Mengapa Allah Memberikan Kekayaan pada Orang-orang Yahudi dan Rata-rata Orang Yahudi Lebih Kaya daripada Orang Islam?

Wahai saudaraku seiman, janganlah engkau heran melihat kenyataan bahwa banyak orang Yahudi yang diberi kekayaan dan kemewahan hidup, sementara sebagian besar umat Islam justru hidup dalam keterbatasan. Fenomena ini bukanlah hal baru.

Bahkan seorang sahabat Nabi yang agung pun pernah merasakan keheranan yang serupa hingga meneteskan air mata. Beliau adalah ‘Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.

Kisah ini dinukil dalam Tafsir Surat Yasin karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah:

Suatu hari, ‘Umar bin Khattab datang mengunjungi rumah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saat itu, Nabi sedang tidur di atas dipan kasar yang terbuat dari anyaman serat, hingga bekasnya tampak di tubuh beliau. Melihat kondisi tersebut, ‘Umar pun menangis.

Rasulullah pun bertanya,
“Apa yang membuatmu menangis, wahai ‘Umar?”

‘Umar menjawab,
“Wahai Rasulullah, bangsa Persia dan Romawi hidup dalam limpahan kemewahan dunia, sementara engkau, utusan Allah, hidup dalam keadaan seperti ini?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,
“Wahai ‘Umar, mereka adalah kaum yang Allah segerakan kenikmatannya di dunia.”

Dari hadis ini, kita dapat memahami bahwa kenikmatan dunia yang diberikan kepada orang-orang kafir bisa jadi merupakan bentuk istidraj—yakni ujian atau penundaan hukuman dari Allah, hingga kelak mereka akan menerima balasannya di akhirat. Harta dan kemewahan dunia bukanlah tanda kemuliaan di sisi Allah, melainkan bisa menjadi fitnah (ujian) bagi mereka yang lalai.

Sebaliknya, kehidupan yang sederhana di dunia bagi seorang mukmin bukanlah pertanda kerendahan. Bahkan bisa jadi itu merupakan bentuk kasih sayang Allah agar kita tidak terpedaya oleh gemerlap dunia yang fana.

Semoga bermafaat. (*)

Tinggalkan Balasan

Search