*)Oleh: Hogi Caesar, SPd.
Imam Masjid At Taqwa PPS Gresik dan Mubaligh Muda Muhammadiyah Jatim
Beberapa fakta yang terjadi pada waktu belakangan ini, meningkatnya kasus bunuh disebabkan faktor ekonomi, tekanan mental atau putus hubungan cinta maupun lainnya. Yang mengejutkan adalah ditemukannya seorang pria tewas tergantung di depan pintu di sebuah masjid di Gresik, Jawa Timur, Ahad (27/7/2025) pagi. Setelah diselidiki oleh pihak berwajib, identitasnya kemungkinan adalah seorang yang beprofesi sebagai ojek online.
Berkaitan dengan fenomena meningkatnya kasus bunuh diri maka ada beberapa hal yang perlu kita jadikan renungan yaitu :
1.Setiap Masalah pasti ada solusinya.
Kehidupan tidak akan lepas dari ujian dan musibah, meskipun orang tersebut beriman kepada Allah. Firman Allah :
“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji?” (Al ‘Ankabuut : 2)
Ketika manusia tertimpa ujian dan musibah, maka bukan berarti Allah telah meninggalkan manusia tersebut. Justru bisa jadi merupakan pertanda dinaikkannya derajat di sisi Allah. Mengapa para Rasul ulul Azmi memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari di sisi Allah? Karena ujian kehidupan yang Allah berikan kepada mereka jauh lebih berat dan kompleks. Bahkan ujian itu sampai pada tahap mengancam nyawa para Rasul tersebut. Tetapi pertolongan Allah itu selalu ada, begitu pula kepada kita.
Hidup memang tidak senantiasa mudah terkadang terdapat tekanan dari keluarga, tetangga atau orang sekitar membuat seseorang menjadi merasa sengsara hidupnya. Namun di saat itulah keimanannya diuji. Semakin kuat Iman orang tersebut maka dia semakin menguatkan harapannya kepada Allah dan tidak mudah bersedih dan putus asa.
Allah telah berjanji kepada manusia di surah Al Insyirah :
“Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan, Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.” (Al Insyirah : 5-6).
Jadi antara kesulitan pasti bersamanya ada kemudahan jika disertai sabar dan tawakkal kepada Allah.
2. Bunuh diri di Masjid tetaplah dihukumi bunuh diri.
Memilih mengakhiri masalah dengan bunuh diri merupakan jalan yang tidak dibenarkan di dalam Islam, firman Allah :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلاَّ أَن تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ وَلاَ تَقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيماً وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَاناً وَظُلْماً فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَاراً وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللّهِ يَسِيراً
”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Mahapenyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. An-Nisa: 29-30).
Begitupula sabda Rasulullah shalallahu Alaihi wasallam :
وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ عُذِّبَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ
“Barangsiapa membunuh dirinya dengan sesuatu, ia disiksa di neraka jahanam dengan sesuatu yang digunakannya untuk bunuh diri.”
(HR. Bukhari no. 6652 dan Muslim no. 110)
Bahkan di dalam putusan tarjih nomor 24 tahun 1997 disebutkan bahwa orang yang mati disebabkan bunub diri maka tidak ada shalat jenazah baginya. Merujuk di dalam hadis :
“Telah dibawa kepada Nabi ﷺ seorang laki‑laki yang membunuh dirinya dengan mata lembing yang lebar, maka beliau tidak mensalatkan jenazahnya.”
(HR Muslim dari Jabir bin Samurah, nomor 978 dalam Sahih Muslim).
Jadi, bunuh diri merupakan bagian dari dosa besar dimana pelakunya akan diazab dengan sangat pedih di akhirat, bunuh diri bukanlah solusi yang dibenarkan saat seseorang berada di puncak masalah.
Dari kasus bunuh diri di masjid mungkin orang tersebut menjadikan masjid sebagai tempat terakhir meminta pertolongan. Namun merasa tidak mendapatkannya maka nekatlah orang tersebut melakukan hal demikian.
Perlunya meningkatkan kepekaan sosial bagi kita selaku umat Islam supaya saling memberi nasihat yang baik dan solusi terbaik jika ada saudara kita yang tertimpa masalah. Wallahu ta’ala A’lam Bis Showab. (*)
