“Iman itu di Yaman…” Bukan karena kemegahan negerinya. Bukan karena kekuatan yang dimilikinya. Tetapi karena hati orang-orangnya.
Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Telah datang kepada kalian penduduk Yaman. Mereka paling lembut hatinya. Iman itu di Yaman. Hikmah itu di Yaman.” (HR Bukhari no. 4390 dan Muslim no. 52)
Yaman dipuji karena iman dan kelembutannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berdoa:
“Allah, berkahilah kami pada Syam kami dan Yaman kami.” (HR Bukhari no. 7094)
Yaman disebut bukan karena perang.
Bukan karena politik. Tetapi karena iman.
Karena hikmah.
Karena hati yang lembut.
Mungkin itu sebabnya…
Nama Yaman tetap hidup dalam doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Sebuah negeri menjadi mulia…ketika iman hidup di hati manusia.”
Hadis ini menunjukkan bahwa di antara pasukan yang membela kebenaran hingga akhir zaman, ada sekelompok yang berasal dari wilayah Yaman.
Dari hadis-hadis di atas, jelas bahwa Yaman memiliki keutamaan tersendiri di mata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan dianggap sebagai negeri yang diberkahi serta memiliki penduduk yang kuat dalam keimanan dan hikmah.
Semoga bermanfaat.
