Mengawal Aspirasi dari Daerah 3T, Wamen Fajar Riza Serukan Keberpihakan pada Sekolah Swasta

www.majelistabligh.id -

Dalam semangat mempererat silaturahmi sekaligus mendengarkan secara langsung aspirasi dari akar rumput, Dr. Fajar Riza Ul Haq, Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Utara.

Kehadiran beliau di bumi Nyiur Melambai ini disambut hangat oleh jajaran pimpinan wilayah serta daerah Muhammadiyah se-Sulawesi Utara.

Acara silaturahmi dan dialog tersebut diselenggarakan di aula kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Utara yang berlokasi di kawasan Malendeng, Kota Manado.

Dalam forum yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut, Fajar membuka ruang diskusi terbuka untuk menyerap berbagai pandangan, masukan, serta tantangan yang dihadapi oleh amal usaha Muhammadiyah, khususnya di bidang pendidikan.

Menurut Fajar, forum ini menjadi momen yang sangat penting bagi dirinya sebagai pengambil kebijakan nasional, khususnya di sektor pendidikan dasar dan menengah, untuk mendengar secara langsung kondisi nyata di lapangan.

“Ini bukan hanya sekadar kunjungan seremonial, tetapi menjadi bagian dari komitmen kami untuk mendengarkan dan merespons aspirasi guru-guru dan pengelola sekolah Muhammadiyah, apalagi banyak dari mereka yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T),” ujar Fajar, alumnus Pondok Hj. Nuriyah Shobron Solo.

Dalam paparannya, Fajar menekankan bahwa perjuangan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan tidak boleh berhenti pada pendirian sekolah saja.

Dia  mendorong agar ada keberpihakan nyata dari negara terhadap sekolah-sekolah swasta yang dikelola oleh masyarakat, termasuk Muhammadiyah, melalui kebijakan yang adil dan berkeadilan.

Salah satu bentuk konkret dari perjuangan tersebut, menurut Fajar, adalah terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Redistribusi Guru ASN di sekolah swasta.

Regulasi ini memungkinkan guru-guru yang telah diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sebelumnya mengabdi di sekolah swasta, untuk kembali bertugas di sekolah asal mereka.

“Ini adalah bentuk keberpihakan negara kepada lembaga pendidikan swasta. Kebijakan ini tidak hanya bermanfaat bagi Muhammadiyah, tetapi juga untuk seluruh lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat,” jelas mantan Ketua Umum DPD IMM Jawa Tengah tahun 2004 ini dengan penuh semangat.

Di akhir sambutannya, pria kelahiran Sukabumi ini menyampaikan pesan penting bagi seluruh warga Muhammadiyah agar terus meningkatkan kualitas amal usaha di bidang pendidikan.

Dia menegaskan bahwa untuk mampu bersaing di era global, sekolah-sekolah Muhammadiyah harus fokus pada peningkatan mutu, akreditasi, serta kompetensi tenaga pendidik.

“Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan harus senantiasa melakukan perbaikan diri. Mutu layanan pendidikan adalah kunci agar sekolah-sekolah Muhammadiyah tetap relevan dan unggul di tengah kompetisi yang semakin ketat,” ujarnya.

Ketua PWM Sulawesi Utara, Masrur Mustama, menyambut baik dan mengapresiasi tinggi kehadiran Ketua LKKS PP Muhammadiyah sekaligus Wamen Fajar di Manado.

Menurutnya, kehadiran tokoh nasional dari Muhammadiyah tersebut memberikan semangat baru bagi warga persyarikatan di Sulawesi Utara.

“Ini bukan hanya soal kunjungan, tapi suntikan semangat dan harapan bagi penguatan dakwah Muhammadiyah di wilayah ini. Kehadiran Pak Fajar memberi pesan kuat bahwa pusat peduli dan terus mendampingi kami,” ujarnya.

Kunjungan Fajar ke Sulawesi Utara juga bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional yang diperingati secara nasional.

Selain itu, pada hari yang sama dilaksanakan juga peletakan batu pertama (groundbreaking) secara serentak untuk revitalisasi sekolah-sekolah di berbagai penjuru Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara. Ini menandakan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas. (*/wh)

Tinggalkan Balasan

Search