Mengenal Diri untuk Mengenal Tuhan

www.majelistabligh.id -

Hal yang sama telah diriwayatkan dari Muhammad ibnu Ja’far, dari Syu’bah, dari Amr ibnu Murrah dengan sanad yang sama, tetapi di akhirnya ditambahkan bahwa perawi menanyakannya kepada Abdullah ibnu Salamah, “Apakah engkau mendengarnya dari Ibnu Mas’ud?” Abdullah ibnu Salamah menjawab, “Ya, lebih dari lima puluh kali.” Waki’ telah meriwayatkannya pula dari Mis’ar, dari Amr ibnu Murrah dengan sanad yang sama. Sanad hadis ini hasan dengan syarat ashabus sunan, tetapi mereka tidak mengetengahkannya.

Hadis Abu Hurairah.

قَالَ الْبُخَارِيُّ عِنْدَ تَفْسِيرِ هَذِهِ الْآيَةِ: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ، عَنْ جَرِيرٍ، عَنْ أَبِي حَيَّانَ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَوْمًا بَارِزًا لِلنَّاسِ، إِذْ أَتَاهُ رَجُلٌ يَمْشِي، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا الْإِيمَانُ؟ قَالَ: “الْإِيمَانُ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَلِقَائِهِ، وَتُؤْمِنُ بِالْبَعْثِ الْآخَرِ”. قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا الْإِسْلَامُ؟ قَالَ: “الْإِسْلَامُ: أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا تشرك به شيئا، وتقيم الصلاة، وتؤتي الزكاة الْمَفْرُوضَةَ، وَتَصُومَ رَمَضَانَ”. فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا الْإِحْسَانُ؟ قَالَ: “الْإِحْسَانُ: أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ”. قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَتَى السَّاعَةُ؟ قَالَ: “مَا الْمَسْؤُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ، وَلَكِنْ سَأُحَدِّثُكَ عَنْ أَشْرَاطِهَا: إِذَا وَلَدَتِ الأمَةُ رَبَّتَهَا، فَذَاكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا. وَإِذَا كَانَ الْحُفَاةُ العُرَاة رُؤُوسَ النَّاسِ، فَذَاكَ مِنْ أَشْرَاطِهَا، فِي خمس لا يعلمهن إِلَّا اللَّهُ. {إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنزلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الأرْحَامِ} ، ثُمَّ انْصَرَفَ الرَّجُلُ فَقَالَ: “ردُّوه عَلَيَّ”. فَأَخَذُوا لِيَرُدُّوهُ، فَلَمْ يَرَوْا شَيْئًا، فَقَالَ: “هَذَا جِبْرِيلُ، جَاءَ لِيُعَلِّمَ النَّاسَ دِينَهُمْ”

Imam Bukhari dalam tafsir ayat ini mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ishaq, dari Jarir, dari Abu Hayyan, dari Abu Zar’ah, dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) di suatu hari duduk dikelilingi oleh orang banyak, tiba-tiba datanglah kepadanya seorang lelaki jalan kaki, lalu lelaki itu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah iman itu?” Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) menjawab, “Iman itu hendaknya kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitabNya, rasul-rasul-Nya, serta hari pertemuan dengan-Nya, dan hendaknya kamu beriman kepada adanya hari berbangkit.” Lelaki itu bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, apakah Islam itu?” Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) menjawab, “Islam ialah hendaknya engkau menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan hendaknya engkau mengerjakan salat, menunaikan zakat yang difardukan, dan puasa bulan Ramadan.” Lelaki itu bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, apakah ihsan itu?” Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) menjawab, “Ihsan ialah hendaknya engkau menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya. Dan jika kamu tidak dapat melihatNya, sesungguhnya Dia selalu melihatmu.” Lelaki itu bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, bilakah hari kiamat itu?” Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) menjawab, “Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui daripada orang yang bertanya, tetapi aku akan menceritakan kepadamu tentang tanda-tandanya. Yaitu apabila seorang budak perempuan melahirkan majikannya, maka itu pertanda akan dekat hari kiamat. Dan apabila ada orang-orang yang tidak beralas kaki lagi telanjang menjadi para pemimpin, itu salah satu pertanda dekatnya kiamat, hal itu merupakan salah satu dari lima perkara yang tiada seorang pun mengetahuinya kecuali hanya Allah. Yaitu sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat, Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim,” hingga akhir ayat. Kemudian lelaki itu pergi dan Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda, “Panggillah lelaki itu kembali kepadaku!” Maka mereka mencarinya untuk memanggil kembali lelaki itu, tetapi ternyata mereka tidak melihatnya. Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) kembali bersabda: Orang ini adalah Jibril yang sengaja datang untuk mengajarkan kepada manusia tentang agama mereka.

Imam Bukhari meriwayatkannya pula di dalam Kitabul Iman, juga Imam Muslim melalui berbagai jalur dari Abu Hayyan dengan sanad yang sama. Kami telah membicarakan tentang hadis ini dalam permulaan Syarah Bukhari, dan telah kami sebutkan pula di dalam kitab yang sama hadis Amirul Mu-minin Umar ibnul Khattab mengenai masalah ini dengan panjang lebar. Hadis ini merupakan salah satu dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim secara tunggal.

Hadis Ibnu Abbas.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ، حَدَّثَنَا شَهْر، حَدَّثَنَا عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: جَلَسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَجْلِسًا لَهُ، فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَجَلَسَ بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاضِعًا كَفَّيْهِ عَلَى رُكْبَتِي النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، [حَدِّثْنِي] مَا الْإِسْلَامُ؟ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الْإِسْلَامُ أَنْ تُسْلِمَ وَجْهَكَ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَتَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ”. قَالَ: فَإِذَا فَعَلْتُ ذَلِكَ فَقَدْ أَسْلَمْتُ؟ قَالَ: “إِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ فَقَدْ أَسْلَمْتَ”. قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، فحدِّثني مَا الْإِيمَانُ؟ قَالَ: “الْإِيمَانُ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَالْمَلَائِكَةِ، وَالْكِتَابِ، وَالنَّبِيِّينَ، وَتُؤْمِنَ بِالْمَوْتِ، وَبِالْحَيَاةِ بَعْدَ الْمَوْتِ، وَتُؤْمِنَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّارِ، وَالْحِسَابِ وَالْمِيزَانِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ كُلِّهِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ”. قَالَ: فَإِذَا فَعَلْتُ ذَلِكَ فَقَدْ آمَنْتُ؟ قَالَ: “إِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ فَقَدْ آمَنْتَ”. قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، حَدِّثْنِي مَا الْإِحْسَانُ؟ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “الْإِحْسَانُ أَنْ تَعْمَلَ لِلَّهِ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ كُنْتَ لَا تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ”. قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَحَدِّثْنِي مَتَى السَّاعَةُ؟ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “سُبْحَانَ اللَّهِ. فِي خَمْسٍ لَا يَعْلَمُهُنَّ إِلَّا هُوَ: {إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنزلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الأرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ} ، وَلَكِنْ إِنْ شِئْتَ حَدَّثْتُكَ بِمَعَالِمَ لَهَا دُونَ ذَلِكَ؟ “. قَالَ: أَجَلْ، يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَحَدِّثْنِي. قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِذَا رَأَيْتَ الأمَة وَلَدَتْ رَبَّتَها -أَوْ: رَبَّهَا -وَرَأَيْتَ أَصْحَابَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ، وَرَأَيْتَ الْحُفَاةَ الْجِيَاعَ الْعَالَةَ [كَانُوا رُؤُوسَ النَّاسِ، فَذَلِكَ مِنْ مَعَالِمِ السَّاعَةِ وَأَشْرَاطِهَا”. قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ومَنْ أَصْحَابُ الشَّاءِ وَالْحُفَاةِ الْجِيَاعِ الْعَالَةِ؟ قَالَ: “الْعَرَبُ”]

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abun Nadr, telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid, telah menceritakan kepada kami Bahz, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Abbas r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) duduk di suatu majelis, maka datanglah Malaikat Jibril yang langsung duduk di hadapan Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) seraya meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua lutut Nabi (shallallahu ‘alaihi wasallam) Lalu Jibril bertanya, “Apakah Islam itu?” Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) menjawab, “Islam ialah hendaknya engkau menyerahkan dirimu kepada Allah (Subhanahu wa Ta’ala) semata, dan engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.” Selanjutnya Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda, “Jika kamu telah melakukan hal tersebut, berarti engkau telah Islam.” Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda lagi, “Apabila kamu telah melakukan hal tersebut, berarti kamu telah Islam.” Lelaki itu bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, ceritakanlah kepadaku apakah iman itu?” Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) menjawab, “Iman ialah hendaknya engkau beriman kepada Allah, hari kemudian, para malaikat, Al-Kitab (Al-Qur’an), para nabi; engkau beriman kepada kematian dan kehidupan sesudah mati, dan kamu beriman kepada adanya surga, neraka, hisab, dan timbangan amal perbuatan; kamu juga beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk semuanya dari Allah.” Selanjutnya Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda, “Apabila kamu telah melakukan hal itu, berarti kamu telah beriman.” Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda lagi, “Bila kamu lakukan hal itu, berarti kamu telah beriman.” Lelaki itu bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, ceritakanlah kepadaku apakah ihsan itu?” Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda, “Ihsan ialah hendaknya engkau beramal hanya karena Allah seakan-akan engkau melihat-Nya; dan jika engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia selalu melihatmu.” Lelaki itu bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, ceritakanlah kepadaku bilakah hari kiamat itu?” Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) menjawab, bahwa hari kiamat itu—Mahasuci Allah— termasuk lima perkara yang tiada seorang pun mengetahuinya selain Allah: Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Luqman: 34); Tetapi jika kamu bersikeras menanyakannya, maka aku hanya dapat menyebutkan tentang tanda-tandanya saja. Lelaki itu berkata, “Baiklah, wahai Rasulullah, ceritakanlah kepadaku tentang tanda-tandanya itu.” Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda, “Apabila kamu telah melihat seorang budak perempuan melahirkan majikannya atau tuannya, dan kamu lihat para ahli bangunan mulai saling berlomba meninggikan bangunannya, dan kamu lihat orang-orang yang tak beralas kaki, lapar, lagi miskin menjadi pemimpin manusia, maka itulah pertanda dekatnya hari kiamat.” Lelaki itu bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah para ahli bangunan yang tak beralas kaki, lapar, lagi miskin itu?” Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wasallam) menjawab, “Orang Arab.”

Hadis ini garib, mereka tidak mengetengahkannya.

 

Tinggalkan Balasan

Search