Menggendong Anak Kecil ketika Salat

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Menggendong anak kecil saat salat hukumnya diperbolehkan (mubah) dan salat tetap sah, baik salat fardu maupun sunah, berdasarkan hadis Rasulullah ﷺ yang pernah menggendong cucunya, Umamah binti Zainab. Syarat utamanya adalah anak yang digendong suci dari najis (termasuk popok/diapers bersih) dan tidak melakukan gerakan intens.

عَنْ اَبِى قَتَادَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص كَانَ يُصَلّى وَ هُوَ حَامِلٌ اُمَامَةَ بِنْتِ زَيْنَبَ فَاِذَا رَكَعَ وَضَعَهَا، وَ اِذَا قَامَ حَمَلَهَا. احمد و البخارى و مسلم

Dari Abu Qatadah, ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw pernah salat dengan menggendong Umamah binti Zainab. Maka apabila ruku’, beliau meletakkannya, dan apabila berdiri, beliau menggendongnya lagi. [HR Ahmad, Bukhari dan Muslim]

Keterangan: Zainab adalah puteri Rasulullah saw, jadi Umamah adalah cucu Rasulullah saw.

Hadis  tersebut sahih, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Qatadah al-Anshari. Hadis ini menjadi dalil bahwa menggendong anak kecil adalah gerakan yang diperbolehkan (mubah) karena adanya kebutuhan (hajat).

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: كُنَّا نُصَلّى مَعَ النَّبِيّ ص اْلعِشَاءَ، فَاِذَا سَجَدَ وَثَبَ اْلحَسَنُ وَ اْلحُسَيْنُ عَلَى ظَهْرِهِ، فَاِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ اَخَذَهُمَا مِنْ خَلْفِهِ اَخْذًا رَفِيْقًا وَ يَضَعُهُمَا عَلَى اْلاَرْضِ، فَاِذَا عَادَ عَادَ حَتَّى قَضَى صَلاَتَهُ، ثُمَّ اقْعَدَ اَحَدُهُمَا عَلَى فَخِذِيْهِ، قَالَ: فَقُمْتُ اِلَيْهِ فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اَرُدَّهُمَا؟ فَبَرَقَتْ بَرْقَةٌ، فَقَالَ لَهُمَا: اَلْحِقَا بِاُمّكُمَا. فَمَكَثَ ضَوْؤُهَا حَتَّى دَخَلاَ. احمد

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Dahulu kami pernah salat isya bersama Nabi saw, apabila beliau sujud Hasan dan Husain melompat pada punggung beliau. Maka apabila beliau mengangkat kepalanya (dari sujud), beliau ambil keduanya itu dari belakangnya dengan pelan-pelan, lalu beliau letakkan keduanya di tanah. Dan apabila beliau kembali (seperti semula), kedua anak itupun kembali lagi. Begitulah seterusnya hingga beliau menyelesaikan salatnya. Kemudian salah satu dari keduanya itu beliau dudukkan di atas kedua paha beliau”.

Abu Hurairah berkata, “Kemudian aku berdiri menghadap beliau dan berkata, “Ya Rasulullah, apakah perlu kuantar kedua anak ini?”. Maka dengan spontan bagaikan kilat yang bercahaya beliau menyuruh kedua anak itu, “Ikutlah kepada ibumu!”. Maka cahaya kilat itu masih ada sehingga kedua anak itu masuk”. [HR. Ahmad ]

Keterangan: Hasan dan Husain adalah anak Fatimah, sedangkan Fatimah adalah putri beliau. Jadi keduanya adalah cucu beliau.

Kisah  dalam hadis tersebut menggambarkan kelembutan Rasulullah Muhammad saw terhadap cucunya, Hasan dan Husain, yang menaiki punggung beliau saat sujud dalam salat Isya. Nabi Muhammad saw memperlama sujud hingga mereka turun sendiri, menunjukkan kasih sayang dan pengajaran untuk tidak kasar terhadap anak kecil. Setelah selesai salat, beliau memangku mereka.

Panduan Menggendong Anak saat Salat:

  • Tata Cara: Gendong anak saat berdiri. Saat akan rukuk atau sujud, letakkan anak di atas sajadah, dan angkat kembali saat berdiri.
  • Gerakan: Hindari gerakan tangan atau tubuh yang berlebihan secara berturut-turut (maksimal 3 kali gerakan nonsalat) agar salat tidak batal.
  • Kebersihan: Pastikan pakaian dan tubuh anak tidak terkena kencing atau kotoran. Jika menggunakan popok, pastikan popok tersebut bersih (belum buang air).
  • Keamanan: Pastikan gerakan menggendong tidak mengganggu kekhusyukan dan keselamatan anak, misalnya menggunakan gendongan yang aman atau menggendong di pinggul.

Menggendong anak saat salat diizinkan karena adanya kebutuhan (hajat), terutama bagi orang tua yang menjaga anak sendirian. Jika anak aman ditinggal, lebih baik tidak digendong agar salat lebih khusyuk. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search