Membaca Surat Al-Kahfi, terutama pada hari Jumat, adalah amalan utama untuk mendapatkan cahaya (petunjuk/pencerahan spiritual) yang memancar antara dua Jumat. Keutamaan ini mencakup perlindungan dari fitnah Dajjal, khususnya dengan menghafal atau merenungkan 20 ayat pertama atau terakhir, serta mendatangkan ketenangan dan pengampunan dosa.
Surat Al-Kahfi memiliki 110 ayat dan disarankan dibaca secara keseluruhan untuk mendapatkan keutamaan cahaya yang sempurna. Anda dapat membaca melalui Al-Qur’an fisik atau aplikasi.
Hadis-hadis keutamaan membaca surat Al-kahfi dihari Jumat:
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.” (HR. An Nasa’i & Baihaqi)
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ
“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Baihaqi & Hakim)
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jumat.”
Al-Mundziri berkata: “Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang baik.” (Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib)
Terdapat 2 makna jalan cahaya yang dimaksud dalam hadis-hadis tersebut:
- Bermakna kiasan, maknanya adalah barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi di hari Jumat maka ia akan dijaga dari kemaksiatan-kemaksiatan dan diberikan petunjuk kepada kebenaran di antara dua Jumat, sebagaimana cahaya adalah sesuatu yang dapat meneranginya.
- Dan bisa jadi cahaya yang dimaksud dalam hadis-hadis adalah makna cahaya sesungguhnya, yang maknanya adalah; seseorang akan diberikan cahaya dari bawah kakinya, dimana cahaya tersebut akan nampak pada wajahnya dihari kiamat dan begitupula wajahnya akan nampak cemerlang dan bercahaya di dunia. Namun pendapat kedua inilah yang lebih sesuai dengan hadis Ibnu Umar. (*)
