Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Moch. Irfan Yusuf menegaskan bahwa kesiapan penyelenggaraan haji 1447H/2026M hampir mencapai 100 persen. Pihaknya minta seluruh jemaah memaksimalkan manasik sebagai bekal utama agar ibadah berjalan tertib, aman, dan sesuai syariat.
Irfan Yusuf memastikan bahwa jadwal keberangkatan ibadah haji ke Tanah Suci pada 2026 tetap sesuai rencana meskipun terjadi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
“Sampai saat ini masih sesuai dengan jadwal. Mudah-mudahan hingga pemberangkatan pada 22 April nanti tidak ada perubahan,” kata Irfan Yusuf usai menghadiri acara Balik Kerja Bareng Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) 2026 di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (24/3/2026).
Ia menjelaskan hingga saat ini belum terdapat gangguan terhadap persiapan maupun jadwal keberangkatan jemaah calon haji Indonesia. Menurut dia, seluruh aspek layanan, mulai dari akomodasi hingga transportasi, telah dipersiapkan dengan baik. Dari sisi pendanaan, katanya, juga siap mendukung sesuai kebutuhan.
Ia mengatakan hingga kini penerbangan langsung menuju Arab Saudi masih tersedia dan tidak terdampak situasi geopolitik yang berkembang. “Kami melihat tidak ada penghentian penerbangan. Masih ada direct flight ke Arab Saudi. Mudah-mudahan tetap aman,” kata dia.
Pemerintah Indonesia juga terus menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Haji Arab Saudi untuk memantau perkembangan terkini. “Kami selalu berkomunikasi dengan tim Kementerian Haji Saudi, dan sampai hari ini mereka menyatakan tidak ada perubahan jadwal,” kata dia.
Selain itu, kuota jemaah lanjut usia juga tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, yakni lima persen dari total kuota haji. Ia juga memastikan penyelenggaraan ibadah umrah tetap berjalan aman, dengan pengawasan ketat terhadap kepastian kepulangan jemaah.
Pihaknya juga sudah mengumpulkan penyelenggara untuk memastikan jemaah yang berangkat juga kembali dengan aman. Pemerintah berharap situasi tetap kondusif sehingga seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar.
Di sisi lain, pihaknya juga menyampaikan penguatan program strategis, di antaranya penurunan biaya haji tanpa mengurangi kualitas layanan, penyesuaian kuota berbasis daftar tunggu untuk menjamin keadilan, serta dorongan ekspor produk dalam negeri guna memenuhi kebutuhan jemaah di Arab Saudi.
Selain itu, pengembangan Kampung Haji tengah disiapkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan jemaah yang terintegrasi. Pada penyelenggaraan haji 1447H/2026M, pemerintah mengusung tagline “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan.”
“Kami memastikan layanan yang inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah, khususnya lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan,” tegasnya. (*/tim)
