Meniti Jalan Ketaatan Melalui Puasa Sunah

Meniti Jalan Ketaatan Melalui Puasa Sunah

*) Oleh: Ubaidillah Ichsan, S.Pd,
Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Jombang

“Fasting is only 1% of not eating and drinking, the rest of the 99% is bringing your heart and soul closer to the Allah.”

(Puasa itu hanya 1% untuk menahan diri dari makan dan minum, 99% sisanya untuk membawa hati dan jiwamu semakin dekat kepada Allah)”

Puasa sunah adalah ibadah yang dilakukan oleh umat Islam di luar dari puasa wajib Ramadan. Puasa sunah dilakukan sebagai bentuk latihan diri untuk taat kepada Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:

أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّاامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْر

“Kekasihku (yaitu Rasulullah saw) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati, berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan shalat Duha, mengerjakan shalat witir sebelum tidur (HR. Bukhari No.1178)

Ada tiga jenis puasa rutin ramadhan ke ramadhan yang dituntunkan Rasulullah Saw, yakni puasa tiga hari dalam sebulan, senin dan kamis, dan puasa Nabi Daud (sehari puasa sehari buka).

Sebagaimana dalam hadits-hadits berikut:

1. Dari Abu Dzar berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah)”(HR.Tirmidzi No. 761 dan An Nasai No.2424)

2. Dari Aisyah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَتَحَرَّى صِيَامَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ.

“Rasulullah Saw biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari senin dan kamis.”(HR.An Nasai No.2360 dan Ibnu Majah No. 1739)

3. Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al‘Ash, Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

“Puasa yang paling disukai di sisi Allah adalah puasa Daud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur di pertengahan malam dan bangun pada sepertiga malam terakhir dan beliau tidur lagi pada seperenam malam terakhir. Sedangkan beliau biasa berpuasa sehari dan buka sehari.” (HR.Bukhari dan Muslim No. 1159)

Nabi kita adalah sosok yang hampir-hampir tidak pernah sakit. Demikian pula sebagian besar para sahabat-sahabat beliau.

Rahasianya ternyata ada pada puasa dan pola makan. Dalam setiap bulan beliau pasti ada hari-hari berpuasa. Pola makan beliau adalah makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang.

Dari Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:

نحن قوم لا نأكل حتى نجوع وإذا أكلنا لا نشبع

“Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.”

Hadis ini maknanya benar namun sanadnya dhaif tapi dikuatkan dengan hadits dan penjelasan ulama yang lainnya. Rasulullah saw bersabda:

ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas.” (HR At-Tirmidzi (2380), Ibnu Majah (3349), Ahmad (4/132)

Imam Asy-Syafi’i menjelaskan:

لان الشبع يثقل البدن، ويقسي القلب، ويزيل الفطنة، ويجلب النوم، ويضعف عن العبادة

“Karena kekenyangan membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah untuk beribadah.”

Makan berlebihan menyebabkan pusat daur ulang dalam tubuh kita tidak bekerja sempurna.

Dapat dibayangkan bila sepanjang hidup kita senantiasa kenyang,tumpukan sampah pasti sangatlah banyak sehingga berbagai penyakit pasti berdatangan.

Maha Besar Allâh SWT, rupanya di dalam perintah puasa terdapat kejadian luar biasa yang membina tubuh tetap sehat dan bugar.

Semoga bermanfaat. (*)

Untuk mendapatkan update cepat silakan berlangganan di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *