Menjadi Hamba yang Pandai Bersyukur: Hikmah dan Langkah Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Bersyukur adalah bentuk ekspresi rasa terima kasih dan pengakuan kita atas segala nikmat yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala limpahkan.

Bersyukur bukan sekadar diucapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan dalam sikap hati dan perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita bersyukur, sejatinya kita sedang mengakui bahwa segala yang kita miliki bukanlah hasil usaha semata, melainkan murni karunia dan rahmat dari Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Ayat ini menunjukkan betapa pentingnya bersyukur, karena syukur bukan hanya mendatangkan tambahan nikmat, tapi juga menjadi pelindung dari murka Allah.

  • Manfaat Bersyukur kepada Allah
    Bersyukur kepada Allah membawa berbagai manfaat, baik secara spiritual maupun dalam kehidupan dunia:
  • Terhindar dari Penyakit Hati
    Orang yang bersyukur akan jauh dari sifat iri, dengki, sombong, dan kufur nikmat. Ia akan lebih tenang dan damai dalam menjalani hidup.
  • Hidup Menjadi Penuh Keberkahan
    Syukur membuka pintu berkah dalam setiap aspek kehidupan: kesehatan, rezeki, hubungan sosial, dan ketenangan batin.
  • Jalan Menuju Surga
    Allah menjanjikan surga bagi hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan sabar dalam menjalani ujian hidup.

Nikmat Akan Terus Ditambah

Janji Allah sangat jelas: bersyukur akan mendatangkan nikmat yang lebih besar, baik di dunia maupun di akhirat.

Bagaimana Cara Bersyukur kepada Allah?

Bersyukur kepada Allah dapat dilakukan dengan beberapa cara:

1. Bersyukur dengan Hati
Menyadari sepenuhnya bahwa semua nikmat yang kita terima adalah pemberian Allah. Tidak ada satu pun yang berasal dari diri sendiri semata, apalagi dari makhluk lain.

2. Bersyukur dengan Lisan
Mengucapkan kalimat “Alhamdulillah” setiap kali mendapat kebaikan, rezeki, kesehatan, atau pertolongan. Lisan yang penuh syukur adalah lisan yang terjaga dari keluh kesah dan celaan.

3. Bersyukur dengan Perbuatan
Menggunakan nikmat yang Allah berikan untuk hal-hal yang diridhai-Nya. Misalnya, menggunakan waktu untuk ibadah, rezeki untuk bersedekah, dan ilmu untuk menebar manfaat.

4. Merawat dan Menjaga Nikmat
Menjaga nikmat yang sudah diberikan agar tidak disia-siakan, serta tidak lalai dalam menggunakannya. Contohnya, menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat, menjaga amanah, dan terus belajar untuk meningkatkan kualitas diri.

Tanda-Tanda Orang yang Pandai Bersyukur

  • Tidak Mudah Iri dan Sombong
    Ia tidak merasa lebih dari orang lain, tapi juga tidak minder. Ia bersyukur atas apa yang dimiliki tanpa membandingkan terus-menerus dengan orang lain.
  • Sering Mengucap Syukur
    Kalimat “Alhamdulillah” mudah keluar dari lisannya, bukan hanya di saat senang, tetapi juga saat menghadapi ujian.
  • Hatinya Tidak Melekat pada Dunia
    Ia sadar bahwa semua hanyalah titipan dari Allah, sehingga tidak terlalu kecewa saat kehilangan dan tidak terlalu bangga saat mendapatkan.
  • Tidak Mudah Gelisah atau Sedih Berlebihan
    Ia memiliki ketenangan hati karena yakin bahwa semua sudah diatur oleh Allah dengan sebaik-baiknya.
  • Selalu Ingin Berbagi
    Orang yang bersyukur tidak pelit. Ia merasa berkecukupan dan ingin menyenangkan orang lain dengan nikmat yang dimiliki.

Rasulullah adalah teladan utama dalam hal syukur. Beliau bersyukur bukan hanya ketika diberi nikmat besar, tapi juga atas hal-hal yang tampak kecil bagi manusia.

Cara Rasulullah bersyukur:

  • Dengan Hati: Mengakui bahwa semua datang dari Allah, bukan dari kemampuan pribadi.
  • Dengan Lisan: Sering memuji Allah, terutama dengan kalimat “Alhamdulillah”.
  • Dengan Perbuatan: Menjalani hidup dalam ketaatan, memperjuangkan Islam, dan memperhatikan umat.

Suatu ketika, istri beliau bertanya mengapa beliau salat malam hingga kakinya bengkak, padahal dosanya sudah diampuni. Rasulullah menjawab:

“Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur?” (HR. Bukhari dan Muslim)

Doa Bersyukur yang Dibaca Sebelum Salam dalam Salat

“Allahumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik.”
(Ya Allah, bantulah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbaiki ibadahku kepada-Mu)

Doa ini merupakan permohonan agar Allah memudahkan kita untuk terus bersyukur dalam keadaan apa pun.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.”
(HR. Abu Daud)

Hadis ini mengajarkan bahwa bentuk syukur kepada Allah juga tercermin dalam kemampuan kita menghargai dan berterima kasih kepada sesama manusia.

Bersyukur bukan hanya soal mengucap “Alhamdulillah”, tetapi juga mencakup cara pandang, sikap hati, serta perilaku yang menghargai setiap karunia dari Allah.

Orang yang pandai bersyukur akan lebih mudah bahagia, lebih sabar dalam ujian, dan lebih ringan langkahnya dalam berbuat kebaikan.

In syaa Allah, jika kita mampu menjaga lisan, hati, dan perbuatan untuk tetap dalam koridor kebaikan dan tidak menyakiti orang lain, maka itu pun menjadi wujud nyata dari syukur kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersyukur. Aamiin. (*)

Tinggalkan Balasan

Search