Di tengah dunia yang gemar menilai dari penampilan, niat baik kerap tak terlihat. Namun bagi Allah, setiap langkah kecil menuju kebaikan tetap dihitung, bahkan ketika manusia mengabaikannya.
Menyeru kepada kebaikan bukanlah jalan yang selalu mudah, tapi ia menjanjikan kedekatan dengan-Nya, pahala yang mengalir, dan keindahan yang abadi di akhirat.
Saat ajakanmu dalam kebaikan terabaikan, lelahmu akan menjadi hiasan di taman Surga-Nya.
Saat engkau menangis atas perihnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung setiap tetes air matamu. Saat orang lain meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu.
Allah takkan melupakan kebaikan yang kita berikan, kesusahan orang lain yang kita bantu dan mereka yang kita bahagiakan. Hiduplah di atas prinsip melakukan kebaikan dan ketaatan di jalan-Nya walaupun tak diperlakukan baik oleh orang lain.
Bersabar saat menemui cobaan, bersyukur untuk semua kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, dan ikhlaskan semua hal yang pernah terjadi, baik atau buruk, fokuslah dalam perbaikan diri.
Asalkan cinta Illahi senantiasa mengiringi, InsyaAllah kita akan terus sabar dan ikhlas dalam menghadapi apapun.
Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, hadits dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).
Fawaid hadis:
Keutamaan dakwah di jalan Allah dan menunjukkan kebaikan kepada orang lain, baik kebaikan dunia atau akhirat.
Orang yang menunjukkan kebaikan maka akan mendapatkan pahala karena telah menunjukkan kebaikan serta pahala orang yang mengikutinya.
Amal yang bisa dirasakan oleh orang lain lebih besar manfaatnya dibandingkan amal yang manfaatnya terbatas untuk diri sendiri.
Hadis ini mencakup orang yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain dengan perbuatannya, meskipun tidak dengan lisannya. Seperti orang yang menyebarkan buku-buku yang bermanfaat, berakhlak mulia dan berpegang teguh dengan syariat Islam agar manusia juga bisa meneladaninya.
Keutamaan mengajarkan ilmu dan besarnya pahala seorang pengajar yang mengharapkan pahala di akhirat.
Dianjurkan seseorang untuk meminta kepada Allah agar menjadi teladan dalam kebaikan. (*)
