Menjaga Istikamah Tidak Mudah

*) Oleh : Ferry Is Mirza
Jurnalis senior dan aktivis muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Dalam menjalankan amal kebaikan yang terberat itu adalah menjaga agar Istikamah. Memulai suatu kebaikan itu memang berat, namun menjaga agar kebaikan yang sudah dimulai tetap bisa istikamah tentunya lebih berat lagi.

Bagi yang belum terbiasa mengerjakan salat fardhu berjamaah di masjid, tentu untuk memulainya adalah berat. Namun menjaga agar tetap Istikamah untuk salat fardhu berjamaah di masjid tentunya lebih berat lagi.

Bangun di sepertiga malam lalu mengerjakan salat tahajud, memulainya tentu saja tidaklah ringan. Namun lebih tidak ringan lagi adalah menjaga agar tetap Istikamah bangun di sepertiga malam untuk mengerjakan salat tahajud.

Sama juga ketika kita menjalankan ibadah puasa. Menjaga lisan, mata, telinga, tangan dan hati agar tidak melakukan maksiat kepada Allah, itu adalah hal yg berat, namun lebih berat lagi adalah agar tetap Istikamah menjaga lisan, mata, telinga, tangan dan hati agar tidak maksiat meskipun bukan bulan di Ramadan.

Untuk memulai suatu kebaikan, setelah ilmu, dibutuhkan kemauan yang kuat untuk menjalankannya, Sedangkan agar tetap dapat istikamah di jalan kebaikan di samping ilmu dan kemauan dibutuhkan juga kesabaran dalam menjalankan kebaikan tersebut.

Karena, pastilah setiap orang yang menempuh jalan kebaikan tidak akan mudah, mereka pasti akan diuji, dengan berbagai godaan dan rintangan.

Nah, tidak adanya kesabaran inilah yang kerap menjadikan para penempuh jalan kebenaran tidak dapat Istikamah dan akhirnya berhenti bahkan berputar balik dari arah tujuan.

Karena itulah ketika Rasulullah ditanya, “Wahai Rasulullah, katakan kepadaku suatu perkataan tentang Islam, yang tidak mungkin aku tanyakan kepada siapa pun selain kepadamu.”

Rasulullah menjawab, “Katakan : ‘Aku beriman kepada Allah, lalu istikamahlah.”  (HR. Muslim)

In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah. || fimdalimunthe55@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Search