Menjaga Lisan, Menyelamatkan Diri

www.majelistabligh.id -

) Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri

Lisan adalah anugerah yang besar, namun sekaligus bisa menjadi sumber petaka jika tidak dijaga. Hendaknya kita senantiasa menjaga lisan agar terhindar dari ucapan-ucapan buruk yang dapat menyakiti hati orang lain. Sering kali, seseorang tergelincir bukan karena perbuatannya, tetapi karena lisannya sendiri yang tidak terjaga.

Dalam kondisi tertentu, sikap terbaik bukanlah menjelaskan atau membantah, tetapi berpura-pura tidak tahu atau memilih untuk diam. Karena diam, dalam banyak keadaan, adalah ucapan terbaik.

Sebelum berbicara, pertimbangkan baik-baik kalimat yang hendak diucapkan. Sebab, kata-kata adalah perantara antara diri kita dan orang lain. Pilihlah kalimat yang baik agar maksud kita tersampaikan dengan jelas dan diterima dengan lapang oleh pendengar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tiada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).”
(QS. Qaf: 18)

Ingatlah, yang akan menyelamatkan kita adalah lisan yang terjaga—yang tahu kapan harus berbicara, dan lebih tahu kapan harus diam.

Barakallahu fiikum. Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu menjaga lisan dan selamat di dunia maupun akhirat. (*)

Tinggalkan Balasan

Search